Dua Tahun, Rumah Warga Kampung Cilubang Tergenang Luapan Air Selokan

Dua Tahun, Rumah Warga Kampung Cilubang Tergenang Luapan Air Selokan
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Selama hampir lebih dua tahun, sejumlah rumah warga Kampung Cilubang RT 04/04, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat harus merasakan rumahnya tergenang air selokan. Tak hanya sampah, luapan air got itu pun kerap dipenuhi lumpur bahkan tinja.

Fera Susanti, warga setempat mengatakan kejadian rumah terendam air got ini sudah dialami selama dua tahun terakhir.

"Aku sudah lapor ke pak RT, pak RW, dan pak Lurah karena rumahku sering kebanjiran terus banjir lumpur dan sampah. Tapi tidak ada tanggapan, jadi setiap hujan deras itu selalu was-was. Kemarin tuh banjir terparah," ungkap Fera kepada INILAH, Selasa (20/4/2021).


Fera melanjutkan, aparatur kewilayahan sempat mendatangi lokasi satu kali. Namun, si aparat itu malah mengatakan luapan air got itu haya karena fenomena alam yang dilakukan kepiting. 

"Saya jawab kok tidak masuk akal, terus bilangnya tunggu dana saja dulu. Makanya, saya menyampaikan ke media siapa tahu dengan membaca berita ini Pak Wali Kota Bogor terketuk hatinya untuk memberikan solusi penanganan sampah dari selokan kampung Cilubang RT 04/04," tuturnya.

Fera menjelaskan, sebanyak delapan rumah yang kerap terendam air luapan selokan. 

"Mulai dari sampah hingga kotoran manusia masuk ke dalam rumah. Saya sudah lapor langsung maupun di grup WhatsApp warga setempat, hasilnya sama tidak ada solusi dan tanggapan standar saja jawabannya," jelasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Barat Juniarti Estiningsih mengaku dirinya tidak mengetahui adanya persoalan tersebut dan baru akan menanyakan perihal tergenangnya rumah warga di Cilubang apabila hujan deras kepada Lurah Balumbang Jaya.

"Nanti saya tanya, kondisi rumah yang tergenggang itu kenapa permasalahannya. Nanti pasti bilang. Solusinya, lurah apa yang sudah dilakukan, nah kalau memang masyarakat karena tumpukan sampah harus dirembukan RT dan RW. Lingkungan harus dijaga bersih," pungkasnya. (Rizki Mauludi)