Tembus Final, Robert Sebut Skuatnya Kerepotan

Tembus Final, Robert Sebut Skuatnya Kerepotan
istimewa



INILAH, Solo - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengungkapkan rasa senangnya. Pasalnya, timnya berhasil melenggang ke babak final.

 

Kepastian itu terjadi setelah Persib berhasil mengalahkan PSS Sleman di babak semifinal yang bergulir dua leg. Leg pertama menang dengan skor 2-1 dan leg kedua imbang 1-1 di laga yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Senin (19/4/2021). 


 

"Kami di tim, pemain dan ofisial sangat senang karena kami bisa mencapai babak final. Tapi semua bisa melihat kualitas pertandingan, bukan hanya pertandingan kami, tapi juga laga sebelumnya kemarin kurang berkualitas," ujar Robert usai pertandingan. 

 

Pelatih asal Belanda memaklumi karena pertandingan digelar di bulan Ramadan. Terlebih, sebagian besar skuat yang bertanding, termasuk Persib, merupakan pemeluk agama Islam. 

 

"Tentunya semua orang harus paham pemain sangat kerepotan karena ini Ramadan dan kami diharapkan untuk bisa memenangkan pertandingan, meski pemain tidak berlaga selama satu tahun. Dan baru bermain selama lima kali, kami harus memainkan laga seperti ini, bisa dilihat kualitas permainan sepak bolanya tidak bagus," tuturnya. 

 

Dengan kemenangan ini, Persib dipastikan akan berhadapan dengan Persija Jakarta yang sudah lebih dulu memastikan diri lolos ke babak final usai mengalahkan PSM Makassar dalam drama adu penalti. 

 

Namun demikian, pelatih asal Belanda ini tak mau terlalu menanggapi. Sebab yang terpenting kondisi para pemainnya tetap terjaga dengan baik. Jangan sampai terjadi seperti Dedi Kusnandar yang harus mendapatkan perawatan hingga dilarikan ke Rumah Sakit. 

 

"Seperti yang sudah disampaikan, pemain bermain dalam keadaan yang berbeda, pemain sudah kelelahan, dan kesimpulannya seperti yang dialami Dedi sekarang. Dia masih diperiksa di rumah sakit saat ini dan saya harap dia bisa kembali bergabung bersama kami. Saya pikir yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan pemain, siapa yang main di final dan siapa yang tidak main tidak penting, yang penting adalah liga bisa bergulir lagi," tegasnya.

 

Sementara itu, PSS Sleman memilih untuk tidak melakukan press conference virtual. Belum diketahui alasannya, namun kabarnya skuat Super Elang Jawa memutuskan untuk kembali ke hotelnya.(Muhammad Ginanjar)