Alasan Orang Indonesia Ganti Operator Seluler

Alasan Orang Indonesia Ganti Operator Seluler
istimewa



INILAH,  Jakarta - Perusahaan mobile analitik OpenSignal menemukan bahwa pengguna ponsel di Indonesia yang berganti operator seluler rata-rata memiliki pengalaman seluler yang lebih buruk sebelum beralih.

Selain itu, semua pengguna yang berpindah operator seluler memiliki pengalaman yang lebih baik di jaringan seluler baru mereka.

"Pengguna kami yang meninggalkan 3, Indosat, Smartfren, dan XL rata-rata menghabiskan lebih sedikit waktu tanpa sinyal seluler di jaringan baru mereka," kata OpenSignal, dalam blog resminya.


Namun, pengguna yang meninggalkan Telkomsel secara rata-rata tidak melihat perbedaan yang signifikan terhadap ketersediaan sinyal 3G/4G mereka, melainkan melihat peningkatan ketersediaan 4G di jaringan baru mereka.

OpenSignal menganalisis pengalaman seluler selama paruh kedua tahun 2020. Mereka melihat pengalaman seluler pengguna tersebut selama 30 hari sebelum mereka membuat perubahan, dan membandingkannya dengan pengalaman rata-rata di jaringan mereka selama periode penuh.

Para pemuncak di kelima operator nasional rata-rata menghabiskan lebih dari dua kali jumlah waktu tanpa sinyal seluler dibandingkan dengan skor rata-rata di jaringan mereka; mereka juga menghabiskan lebih sedikit waktu untuk terhubung ke koneksi seluler 3G atau 4G --ketersediaan 3G/4G-- dan mereka mengalami ketersediaan 4G yang lebih rendah.

"Oleh karena itu, data kami menunjukkan bahwa pengguna yang mengalami titik nyeri jaringan seluler lebih cenderung mengubah penyedia layanan seluler mereka," kata OpenSignal.

Perusahaan mobile analitik itu kemudian melihat pengalaman seluler mereka di penyedia jaringan seluler baru mereka, selama 30 hari pertama setelah perubahan dan membandingkannya dengan pengalaman mereka dalam 30 hari sebelumnya.

Data OpenSignal menunjukkan pengguna di semua operator yang berpindah, kecuali Telkomsel, menghabiskan lebih sedikit waktu tanpa sinyal seluler di jaringan seluler baru mereka dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Mereka yang meninggalkan 3, Indosat, dan XL mengalami ketersediaan 3G/4G yang lebih tinggi di jaringan baru mereka, sementara yang berpindah dari Telkomsel dan XL juga memiliki ketersediaan 4G yang lebih baik di jaringan seluler baru mereka.

Yang menarik, pengguna yang meninggalkan Smartfren mengalami ketersediaan 4G yang lebih buruk di jaringan seluler baru mereke. Itu karena faktanya bahwa Smartfren adalah operator khusus 4G, Smartfren secara historis memimpin dalam metrik ketersediaan 4G.

Menurut analisis OpenSignal, pengguna yang meninggalkan Smartfren untuk operator lain rata-rata melihat waktu mereka terhubung ke 4G berkurang. (inilah.com)