Kembangkan Data Desa Presisi, IPB University Gandeng Lima Kabupaten di Jabar

Kembangkan Data Desa Presisi, IPB University Gandeng Lima Kabupaten di Jabar
istimewa



INILAH, Bandung - IPB University bersama lima bupati di Jabar menandatangani kerjasama pengembangan data desa presisi. Lima bupati tersebut yakni Cirebon, Majalengka, Cianjur, Indramayu, dan Kuningan.

Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, data desa presisi telah dipakai di 21 kabupaten di Indonesia. Data desa presisi ini, katanya, akan menjadi data potensial untuk kepentingan pembangunan daerah maupun nasional.

“Data desa presisi ini di dalamnya ada data spasial maupun numerik yang bersifat partisipatif. Oleh karena itu, pengembangan data desa presisi diharapkan terus bergulir dan banyak yang memanfaatkan baik oleh masyarakat maupun pemerintah,” ujar Arif, belum lama ini.


Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, beserta Forum Rektor Indonesia (FRI) menandatangani kerjasama dengan IPB University untuk mengembangkan data desa presisi. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi kehadiran inovasi data desa presisi ini.

“Ini salah satu inovasi IPB University yang dapat menjadi solusi dalam memecahkan masalah di masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak pemerintah daerah dan perguruan tinggi di daerah untuk mengembangkan data desa presisi,” ujarnya.

Kehadiran data desa presisi ini diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan terutama pembangunan pertanian. Pasalnya, pembangunan pertanian saat ini memerlukan data akurat sehingga diperlukan inovasi seperti data desa presisi. Dengan demikian pembangunan yang akurat dapat terwujud dengan data yang akurat.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University Ernan Rustiadi mengatakan data presisi merupakan hasil dari salah satu penelitian yang dilakukan pihaknya. Dia mengatakan, data desa presisi ini dapat diintegrasikan dengan program kuliah kerja nyata tematik (KKNT).

“Sejak tahun lalu atau sejak kehadiran pandemi Covid-19, pelaksanaan KKNT dilakukan secara domisili di wilayah tempat tinggal mahasiswa masing-masing. Kami siap akan membantu pelaksanaan KKNT dengan mengintegrasikan data desa presisi di dalamnya,” ujar Ernan.

Dengan data desa presisi itu diharapkan dapat membantu mewujudkan program unggulan kabupaten seperti program kemandirian pangan di desa-desa Jabar. (*)