Operasional RS Lapangan Kota Bogor Dihentikan

Operasional RS Lapangan Kota Bogor Dihentikan
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Pemkot Bogor berencana tidak akan memperpanjang operasional RS Lapangan di GOR Pajajaran. Fasilitas kesehatan itu akan berakhir pada Minggu (18/4/2021) lusa. 

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pemerintah pusat saat ini melarang aktivitas mudik. Adanya kebijakan tersebut diharapkan menekan terjadinya kerumunan masyarakat dan risiko penyebaran Covid-19 terkendali. 

"Ya, karena itu, sehingga kami tidak perlu memperpanjang rumah sakit lapangan,” kata Dedie di Balai Kota Bogor, Jumat (16/4/2021).


Dia menuturkan, jika opsi perpanjangan RS Lapangan tak dilakukan maka alat kesehatan (alkes) akan didistribusikan ke Puskesmas di seluruh Kota Bogor. 

"Kalau sudah berakhir RS Lapangan, bisa saja bangunan RS Lapangan kembali menjadi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor. Mau tidak mau lah ya harus dikembalikan ke fungsi semula," ujarnya. 

Dedie menjelaskan, untuk pegawainya beberapa tenaga kesehatan (Nakes) ada yang sifatnya tenaga kontrak. Apabila ada kebutuhan di rumah sakit, bisa diperpanjang sesuai mekanismenya. Saat ini, keputusan operasional RS Lapangan berada di BNPB karena berkaitan dengan biaya setiap pasien yang dirawat di RS Lapangan Kota Bogor ditanggung melalui Dana Sisa Pakai (DSP).

"Ya, kami mengajukan untuk amannya kan minta rumah sakit lapangan diperpanjang, tetapi kalau sisi administrasi tidak memungkinkan kan kami tidak bisa memaksakan. Jadi ada hal administratif yang harus ditempuh tidak bisa dilanggar itu," tegasnya.

Diketahui, RS Lapangan Kota Bogor mulai beroperasi sejak 18 Januari 2021. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kapasitas ruang isolasi yang saat itu mengalami lonjakan yang menyebabkan kekurangan tempat tidur. RS Lapangan ini terletak di kompleks GOR Pajajaran dan memiliki masa operasional selama tiga bulan atau hingga 18 April 2021.

Fasilitas yang tersedia di RS Lapangan antara lain 64 tempat tidur, 8 di antaranya untuk IGD. Selain ruang isolasi, ada juga unit layanan fisioterapi, laboratorium, radiologi mobile, pelayanan gizi, farmasi serta rujukan. Tenaga kesehatan yang bersiaga di RS Lapangan 44 perawat, 8 dokter spesialis, 10 dokter umum, 6 radiografer, 2 fisioterapi dan petugas penunjang lainnya. (Rizki Mauludi)