Berdayakan Warung Kelontong, Cara Endah Reses di Bogor Utara

Berdayakan Warung Kelontong, Cara Endah Reses di Bogor Utara
istimewa



INILAH, Bogor - Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS Endah Purwanti menggelar reses yang berbeda dari umumnya. Kali ini, Endah mengajak warga untuk berbelanja ke warung kelontong di wilayah Bogor Utara. 

Menurutnya, eksistensi warung kelontong relatif berkurang di wilayah Kota Bogor. Itu terjadi lantaran menjamurnya minimarket di seluruh wilayah Kota Bogor. Masyarakat lebih banyak belanja di minimarket ketimbang di warung kelontong. Dengan program reses ini warung kelontong di wilayah Kecamatan Bogor Utara menjadi lebih ramai dengan warga yang berbelanja.

Endah mengatakan, untuk reses yang dilakukan pada Kamis (8/4/2021) hingga Senin (12/4/2021) itu ada 10 titik yang disambangi dirinya bersama tim.


"Untuk warga yang mengikuti reses sebanyak 400 orang. Ini dilakukan agar masyarakat tidak lama berkerumun, karena protokol kesehatan ketat sangat penting di masa pandemi Covid-19," kata Endah, Rabu (14/4/2021).

Endah melanjutkan, kenapa dipilih warung kelontong itu karena tujuan reses kali ini adalah memberdayakan ekonomi pengusaha sekitar tempat reses dirinya. Karena itu dengan tren pada jaman sekarang, masyarakat menengah keatas lebih memilih belanja di minimarket ketimbang warung kelontong.

"Karena itu kami berdayakan satu titik warung untuk 50 orang warga. Jadi warga yang ada disekitar warung tersebut bisa berbelanja dengan menggunakan voucher. Voucher yang dibagikan senilai Rp25 ribu, meski kecil tapi mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat. Minimal meringankan kebutuhan mereka," terang anggota komisi IV DPRD Kota Bogor itu.

Endah juga menyebutkan, selain memberdayakan warung kelontong, tentunya reses juga menyerap aspirasi masyarakat, maka dari itu saat reses banyaknya keluhan yang masuk seputar bantuan sosial yang tidak merata dan keinginan masyarakat membangun infrastruktur di wilayah.

"Banyak yang meminta Tembok Penahan Tanah (TPT) mengingat musim hujan masih dialami di Kota Bogor. Warga khawatir, dengan kondisi tanah dekat perkampungan mereka. Kemudian ada juga harapan akan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang bisa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Mudah-mudahan bisa direalisasikan aspirasi masyarakat ini," pungkasnya. (Rizki Mauludi)