Seperti Jakarta, Kota Bogor Manjakan Pesepeda dan Pejalan Kaki

Seperti Jakarta, Kota Bogor Manjakan Pesepeda dan Pejalan Kaki



INILAH, Bogor - Pemerintah Kota Bogor bersama Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek (BPTJ) siap memberikan keamanan pesepeda yang masuk ke Kota Bogor dengan membuat jalur khusus sepeda di batas kota hingga jalan-jalan didalam Kota Bogor.

Untuk mematangkan hal itu BPTJ bersama Badan Perencanaan dan  Pembangunan (Bappeda) Kota Bogor melakukan peninjauan lapangan di jalan Pajajaran simpang Warung Jambu hingga ke Taman Kencana pada Selasa (13/4/2021) sore.

Sekretaris Bappeda Kota Bogor, Rudi Mashudi mengatakan, untuk Kota Bogor pejalan kaki di jalan Pajajaran akan dimanjakan dengan pembangunan pedestarian oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rumah (PUPR) yang segera dimulai, tetapi untuk jalur sepeda pihaknya bersama BPTJ akan membuat jalur pesepeda.


"Kemarin sudah dilakukan peninjauan dari Warung Jambu sampai ke Baranangsiang dan akan dikerjakan tahun ini, nanti ada lanjutannya juga Baranangsiang ke Ekalokasari. Kemudian ada jalur alternatif jalur sepeda ke jalan Ahmad Yani, Otista dan Sudirman. Dianggarkan tahun ini di Dishub Kota Bogor," ungkap Rudi kepada wartawan pada Rabu (14/4/2021) pagi.

Rudi menambahkan, proyek ini hanya mengubah marka jalan saja, nilainya sekitar Rp4 miliar untuk di jalan Kota Bogor, sementara BPTJ membuat jalur sepeda di ruas jalan nasional.

"Ya, untuk Pemkot Bogor di jalan dibawah Pemkot Bogor. Ini berbeda programnya dengan trotoar PUPR, tidak seperti di seputaran Kebun Raya Bogor yang ada di jalur Pedestarian. Ini hanya marka jalan sepeda saja dan masih bisa dilewati kendaraan dengan catatan tidak ada sepeda yang melintas," tambahannya.

Ia menjelaskan, ini digulirkan karena jumlah pesepeda ke Kota Bogor cukup tinggi kami mengupayakan keamanan dan keselamatan. Karena sepeda menjadi sudah menjadi lifestyle untuk masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya.

"Kami kemarin berdiskusi dan nanti akan dilakukan study. Mudah-mudahan terealisasi, akan dimulai Jumat besok study. Mereka akan melaksanakan segera. Kalau sudah okeh dan matang bulan April 2021 ini akan dimulai. Walau sekarang tengah refocusing, kami masukan ke prioritas untuk program ini," jelasnya.

Rudi menerangkan, meski tidak satu pengerjaan, tetapi pastinya akan disingkronisasi antara pembangunan trotoar dengan marka jalur sepeda. Titik-titik disepakati, dimana nanti saat bangun trotoar tersinkronisasi.

"Kami mengajukan marka jalur pesepeda ini sampai batas kota ke BPTJ karena mausk jalan nasional, jadi begitu pesepeda masuk Kota Bogor tersambut dengan keamanan. Bisa dicek Sabtu Minggu pesepeda datang ke Kota Bogor, kebanyakan mencari tempat kuliner," tuturnya.

Direktur Sarana Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, Edi Nursalam mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke Kota Bogor dari Warung Jambu sampai ke Taman Kencana, dilihat potensinya sangat bisa dilakukan pembangunan untuk jalur pesepeda karena tidak mengubah badan jalan, hanya dibuat marka.

"Nanti akan dilihat dahulu dengan study. Apakah diperlukan untuk pesepeda ini. Tapi penuturan Sekretaris Bappeda jumlah pesepeda saat weekend yang masuk ke Kota Bogor cukup tinggi," ungkapnya didampingi Pimpro BPTJ, Rohmat.