Bobotoh Kecewa Meski Persib Kalahkan Persebaya, Ini Penjelasan Robert Alberts

Bobotoh Kecewa Meski Persib Kalahkan Persebaya, Ini Penjelasan Robert Alberts
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts. (Antara Foto)



INILAH, Sleman - Luapan kekecewaan membanjiri kolom komentar media sosial Persib Bandung. Terutama instagram.

Mereka menyoroti permainan dari tim kebanggaanya itu meski berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya di babak delapan besar Piala Menpora di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/4/2021). Alhasil, kolom komentar instagram Persib mencapai lebih dari 17 ribu.

Sebagian besar menilai Persib Bandung kewalahan menghadapi Persebaya di babak kedua. Padahal di babak pertama, Maung Bandung sudah unggul 3-0 melalui Ezra Walian di menit ke-1, Wander Luiz di menit ke-6 dan Nick Kuipers di menit ke-37. 

Di babak kedua, Persebaya yang hanya bermain 10 pemain akibat kartu merah Satria Tama Hardianto, malah mendominasi permainan hingga mampu menciptakan dua gol melalui Arif Satria di menit ke-62 dan Syaiffuddin di masa injury time babak kedua. 

"Babak kedua payah banget, kebiasaan terlalu menyepelekan lawan. Evaluasi," tulis akun @luly.azr

"Jangan gitu dong Sib konsep bermainnya. Kalau udah unggul selalu nurunin tempo kendor. Pressing gak ada. Lebih semangat lagi," tulis akun @rizal.almunzir.

"Menang rasa eleh (kalah)," tulis akun @ajinumoto.

"Diobok-obok pemain lokal, ngerakeun (malu-maluin)," tulis akun @ssaannn.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts beralasan dua babak ini memiliki perbedaan dari sudut teknis. Di babak pertama, menurutnya, Persib tampil bagus, mencetak gol dan mendominasi permainan. 

"Lalu kami sudah berdiskusi, di jeda usai babak pertama saya berkata 'jika kalian ada di ruang ganti lawan, kalian akan keluar bertanding dengan mental bahwa kalian bermain untuk dua orang' karena mereka kekurangan satu pemain. Dan setiap tim yang kekurangan jumlah pemain itu mencetak gol melalui serangan balik atau set piece," ujar Robert di Sleman, Yogyakarta, Senin (12/4/2021). 

Karena itu, Robert meminta agar pemainnya menjaga konsentrasi dan tetap berpikir bahwa laga ini masih berjalan 0-0 alias tanpa gol. Sehingga para pemain bisa memiliki motivasi yang sama. 

"Tapi terkadang, kami kehilangan energi dan tim lain mencetak gol melalui set piece. Itu mengangkat spirit mereka dan satu pemain kami juga dikartu merah. Itu membuat spirit mereka menjadi lebih tinggi lagi karena merasa punya peluang dan itu normal di sepak bola," katanya.

Pelatih asal Belanda ini mengatakan kondisi ini menjadi hal yang lumrah dalam sepak bola. Bahkan kerap terjadi di Liga-Liga Eropa. 

"Yang terbaru, tim dengan persiapan yang bagus seperti Manchester City dikalahkan Leeds United contohnya. Menchester City memiliki 29 kesempatan dan hanya mencetak satu gol. Tapi Leeds hanya mempunyai dua kesempatan dan keduanya menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Padahal mereka sudah melakukan persiapan dengan baik, sudah memainkan Liga," tuturnya. 

Robert juga mengaku tidak meminta banyak kepada para pemainnya. Sebab tujuan utamanya di Piala Menpora 2021 ini yakni ingin menyelesaikan pertandingan selangkah demi selangkah. 

"Kami ingin melaju sejauh mungkin di turnamen ini dan saya tidak melihat performa secara keseluruhan tapi saya ingin melihat apa yang harus dibenahi. Dari laga kemarin, kami bisa melihat faktor lain yang harus kami perbaiki dan itu bagus, memang itu fungsi turnamen ini, bukan soal bagaimana memainkan sepak bola layaknya Piala Dunia," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)