Rudy Gunawan: Warga Tidak Belanja Berlebihan Saat Ramadan

Rudy Gunawan: Warga Tidak Belanja Berlebihan Saat Ramadan
Ilustrasi (Antara)



 

INILAH, Garut - Bupati Garut Rudy Gunawan mengingatkan warga untuk tidak belanja kebutuhan barang pokok secara berlebihan apalagi sampai menimbun karena akan berdampak terjadinya kelangkaan barang dan harga menjadi naik saat Ramadan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Kami harap supaya tidak terjadi kelangkaan, tidak boleh yang punya uang menimbun dulu," kata Rudy Gunawan di Garut, Senin (12/4/2021).


Ia menuturkan Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan persiapan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi saat Ramadan, salah satunya dengan menjaga ketersediaan kebutuhan pokok pangan agar tidak terjadi kelangkaan.

Sejumlah dinas terkait, kata dia, sudah melakukan rapat dan meninjau langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa seluruh barang kebutuhan pokok di pasaran dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadan.

"Jadi kami sudah tegaskan bahwa keadaan stok pangan cukup," katanya.

Hasil peninjauan di lapangan, kata Bupati, selama ini tidak ada masyarakat yang menunjukkan perilaku membeli barang secara berlebihan karena khawatir kehabisan barang atau terjadi kelangkaan saat Ramadan.

Tim dari dinas terkait, kata dia, sudah memeriksa seluruh pasar tradisional di 42 kecamatan dan hasilnya semua barang kebutuhan pangan dipastikan tersedia untuk masyarakat.

"Kami memberikan jaminan di Garut ini semua stok di 42 kecamatan cukup," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut Nia Gania Karyana menambahkan tidak hanya kebutuhan pokok pangan yang tersedia cukup, kebutuhan lainnya seperti gas juga dipastikan tersedia di pasaran.

Ia menyampaikan Pertamina telah menambah pasokan tabung gas khususnya gas subsidi 3 kg untuk memenuhi permintaan masyarakat yang diprediksi akan terjadi peningkatan penggunaan gas saat Ramadan.

Meski barang di pasaran tersedia, kata dia, masyarakat tetap harus menjaga ketersediaan barang di pasaran dengan tidak membelinya secara berlebihan karena khawatir tidak kebagian barang. (antara)