Jelang Ramadan-Lebaran, J&C Cookies Suguhkan Varian Terbaru Nusantara Cookies

Jelang Ramadan-Lebaran, J&C Cookies Suguhkan Varian Terbaru Nusantara Cookies
istimewa



INILAH, Bandung - Selama setahun, PT Joyci Nusantara Cemerlang (J&C Cookies) pun terdampak pandemi Covid-19. Chief Marketing Officer J&C Cookies Ricky Hermayanto mengatakan, beruntung selama itu perusahaan kue kering itu masih bisa bertahan dengan segala perjuangan yang ada.

Menurutnya, meski harus melalui ujian tahun yang berat J&C Cookies masih bisa menjadi rumah bagi semua karyawan-karyawannya. 

"Alhamdulillah, sampai detik ini J&C Cookies selalu ada dan menjadi pintu rezeki untuk semua karyawannya. Bahkan di saat pandemi seperti ini kami sama sekali tidak merumahkan satu pun karyawan," kata Ricky, akhir pekan lalu.


Dia menuturkan, di tengah kondisi seperti ini perusahaan dituntut untuk meningkatkan kreativitas di berbagai lini. Jika tahun lalu J&C Cookies merilis Empon-empon Cookies untuk variasi Nusantara Cookies, pada 2021 ini pihaknya kembali menghadirkan varian baru yaitu Bandrek, Bajigur, dan Melinjo. Kreasi baru ini dihadirkan J&C Cookies dengan tujuan untuk mengangkat kearifan lokal lewat produk-produknya.

"Tahun ini kami buat kreasi baru yang lebih inovatif dan mungkin tidak banyak ditemui pada produk-produk kue yang ada di luar sana. Dengan mengangkat kuliner jadul, harapannya variasi baru dari Nusantara Series ini bisa menjadi uniqueness," jelasnya.

Untuk variasi Bandrek dan Bajigur sendiri terbuat dari bahan dasar jahe yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

"Semoga kue ini bisa dikonsumsi oleh semua kalangan dan bisa menjadi solusi bagi mereka yang tidak terlalu suka jahe, tapi kini bisa menikmatinya dalam bentuk kue kering," tuturnya. 

Selain menghadirkan varian baru Nusantara Series, menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri ini, J&C Cookies juga akan merilis produk kolaborasi bersama salah satu brand lokal, Calla The Label yaitu Nastar with Edible Flower, kukis yang berbahan dasar bunga atau edible flower. 

Ricky menjelaskan, kini pemasaran produk memiliki tiga strategi utama yang dijalankan. Pertama, efisiensi dari sisi pemasaran, kedua berpindah ke kanal penjualan digital, serta yang terakhir yakni melakukan langkah inovatif dengan menciptakan varian-varian baru.

"Jadi, di era pandemi ini kami harus benar-benar kreatif baik dari segi pemasaran dan cost,” bebernya.

Jika sebelum pandemi Covid-19, strategi marketing J&C Cookies hanya terfokus pada awareness pasar, di saat seperti ini pihaknya lebih memilih fokus dengan menjalankan aktivasi pemasaran yang kreatif dan efisien.

"Sekarang bagaimana caranya setiap cost yang kami keluarkan untuk promosi itu jelas hitungannya. Jadi, kami pilih fokus di digital karena terukur. Misalnya saya ingin reach 10 ribu orang, itu akan terlihat jelas di report digital-nya itu. Sekarang setiap bikin promo, kami akan hitung konversi ke sales-nya berapa,” sebutnya.