Wah...Kabupaten Cirebon Kurang Diperhatikan Pemprov Jabar?

Wah...Kabupaten Cirebon Kurang Diperhatikan Pemprov Jabar?



INILAH, Cirebon - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto menilai, selama ini hubungan antara Pemkab Cirebon dan Pemprov Jabar, kurang harmonis. Hermanto  menyebut, Bupati Cirebon, Imron harus segera menyelesaikan masalah ini. Meskipun ini hanya perkiraan secara politis, dengan kurang perhatiannya Pemprov Jabar membuktikan ada ketidak beresan dalam hal birokrasi.

"Coba saja perhatikan. Perhatian Pemprov Jabar ke Pemkab Cirebon, beda sekali. Dengan kota Cirebon saja kita kalah, apalagi daerah lain seperti Priangan Timur. Di luar Kabupaten Cirebon, Pemprov Jabar jor joran memberikan banyak bantuan, terutama masalah infrastruktur," ungkap Hermanto, Minggu (11/4/2021).

Menurutnya, prediksi tersebut berdasarkan beberapa fakta yang ada. Salah satu yang masih hangat adalah bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemprov Jabar. Kabupaten yang wilayahnya terbilang luas di Jawa Barat, hanya kebagian kuota 800 rumah. Sementara wilayah lain bisa mencapai 1000 rumah lebih. 


"Saya kemarin-kemarin ketemu pak Dicky Saromi yang pernah menjadi Plt Bupati Cirebon. Saya curhat ke beliau kenapa rutilahu wilayah kami sedikit. Ternyata beliau juga mengaku heran dengan kenyataan yang ada," jelas Hermanto.

Masih menurutnya, dari kesimpulan hasil ombrolan dengan Dicky, ternyata kinerja Pemkab Cirebon dimata Pemrov Jabar, kurang maksimal. Tentu mengarahnya kepada kinerja beberapa SKPD yang menerima proyek bantuan provinsi. Saat ini, komisi III sedang menelusuri persoalan apa sebetulnya, sehingga Pemprov Jabar seolah meng anak tirikan Kabupaten Cirebon.

"Untuk sementara saya simpulkan, tidak memihaknya Pemprov Jabar ke Kabupaten Cirebon karena kecewa. Beberapa SKPD sampai saat ini belum menunjukan hasil maksimal terkait beberapa proyek yang dananya dari Pemprov. Disisi lain, Pemkab Cirebon malah terkesan menjauh dan jarang sowan dan berkoordinasi dengan Gubernur," jelasnya.

Hermanto juga mengaku tidak masalah, kalau seandainya Pemprov Jabar mengerjakan sendiri proyek yang didanai provinsi. Jangan seperti itu, asal lokasinya di Kabupaten Cirebon dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, siapapun yang akan mengerjakan bukan masalah besar. Justru kalau anggarannya dari provinsi dan sekaligus pihak provinsi yang mengerjakan, akan lebih enak. 

"Sebetulnya Provinsi juga jangan terlalu menyalahkan Pemkab Cirebon. Bagi kami welcome saja. Silahkan dari provinsi yang mengerjakan kalau itu anggaran Pemrov. Justru lebih enak karena kalau terbengkalai, pasti mereka tanggung jawab," jelasnya.

Hermanto menyarankan, supaya Pemkab Cirebon dalam hal ini Bupati Imron, untuk lebih intens lagi melakukan lobi-lobi. Bukan hanya ke Pemprov Jabar, namun pada level pusat. Masalahnya, Kabupaten Cirebon sedang butuh-butuhnya bantuan untuk membangun. Kalau Pemkab Cirebon merasa mampu padahal kenyataannya tidak, akan menjadi bumerang yang akhirnya menghambat pembangunan.

"Mengalah untuk menang itu lebih baik. Kita kan sedang butuh bantuan, ya mendekat dong ke pemangku kebijakan yang di provinsi maupun pusat. Intinya program harus berjalan dan kita turuti saja apa kemauan mereka. Baru ini bisa singkron," tukas Hermanto. (maman suharman)