Jelang Ramadan, Ini Pesan Emil

Jelang Ramadan, Ini Pesan Emil
dok/inilahkoran



INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sejumlah pesan menjelang Ramadan 2021. Termasuk mengenai pelaksanaan ibadah di dalam masjid selama bulan suci umat Islam ini. 

Ridwan mengatakan, pihaknya mengizinkan masyarakat yang hendak menjalani ibadah di masjid. Hal itu sesuai dengan arahan pemerintah pusat terkait teknis pelaksanaan ibadah pada bulan suci Ramadhan 2021. Kendati demikian, Ridwan memberi  syarat, bahwa  kapasitas dibatasi 50 persen.

"Sesuai arahan, beribadah Ramadhan di masjid itu diizinkan, tapi (pengurus) DKM harap konsisten disiplin menjaga kapasitas hanya 50 persen," ujar Ridwan  seusai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jabar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (8/4/2021).


Menurut dia, pada prinsipnya, potensi penularan Covid-19 kian besar bilamana di tengah-tengah kerumunan. Karena itu, dia mengajak masyarakat agar bersama-sama mengurangi kepadatan. 

"Artinya, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi kepadatan. Sahur atau buka puasa upayakan tetap di rumah," imbaunya.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengatakan, rapat koordinasi kali ini memang lebih menitikberatkan pada persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, termasuk persiapan dalam mengantisipasi larangan mudik Lebaran 2021.

"Untuk mudik tadi juga simulasi-simulasi sudah kita lakukan, titik-titik penyekatan, termasuk teknologi pengetesan Covid-19," ucapnya. 

Lebih lanjut, dia menilai, bulan Ramadan kali ini berbeda dengan tahun lalu yang hanya mengandalkan rapid antibodi. Saat ini, alat pengetesan sudah banyak, mulai dari rapid tes antigen, hingga GeNose yang harganya lebih terjangkau. Sehingga pengetesan  khususnya di titik-titik penyekatan bisa lebih massal.

"Titik-titik pariwisata juga dibatasi karena jangan sampai jadi pelarian mudik (tempat wisata jadi penuh). Kuncinya, selama Covid ini, bukan boleh atau tidak bolehnya, tetapi pada kapasitas yang terbatas," tegas dia. 

Emil menambahkan, bagi warga yang sudah kadung mudik dan lolos dari prosedur yang harus dijalani, maka wajib menjalani karantina di tempat tujuan selama lima hari.

"Oleh karena itu, sudah saya titipkan kepada kepala desa, lurah, babinkamtibmas, dan babinsa untuk memastikan karantina kepada mereka-mereka yang lolos dari prosedur," katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan sejumlah kabar positif terkait penanganan Covid-19 di Jabar. Menurutnya, saat ini, tidak ada zona merah atau daerah dengan risiko penularan tinggi Covid-19 di Jabar.

"Minggu ini kita tidak ada zona merah lagi, alhamdulillah," katanya. 

Hal positif juga terjadi pada tingkat keterisian atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar yang terus mengalami penurunan.

"Sekarang tinggal 46 persen kurang lebih," kata dia. (Rianto Nurdiansyah)