Kasman, Tak Letih Berjalan Kaki Jajakan Kerajinan Tradisional Keliling Bandung

Kasman, Tak Letih Berjalan Kaki Jajakan Kerajinan Tradisional Keliling Bandung
Foto: Okky Adiana



INILAH, Bandung - Usianya tak lagi muda. Namun, Kasman tetap teguh berjalan kaki menjadi pedagang keliling. Dia berjualan alat-alat kerajinan tradisional seperti kolecer, gangsing, suling, dan lainnya.

Kasman memang bukan dari orang Sunda. Dia datang dari Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Alasan dia bisa membuat kolecer, gangsing, dan seruling ini dikarenakan himpitan ekonomi yang semakin sulit. Apalagi di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Pada akhirnya, hampir delapan tahun lalu Kasman pun berjualan alat-alat kerajinan tradisional di Tanah Pasundan. Dia membuat kerajinan tradisional ini dari buah tangannya sendiri dan dibuatnya langsung di kampungnya di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.


"Saya buat sendiri," kata Kasman saat berjualan di Jalan Sido Mukti, Kota Bandung, Kamis (8/4/2021).

Rumah kontrakannya berada di Jalan Ibrahim Adjie atau yang dulu bernama Babakan Sari Kiaracondong. Kasman memang berjualan sendiri, tak ada rekan yang satu profesi dengan dirinya.

Sedari pagi Kasman berjualan alat-alat kerajinan tradisional, kalau ada orang yang mau membeli dagangannya, senyum Kasman pun melebar. Dia harus memikul barang daganganya sampai sore hari. 

Selain itu, Kasman pun harus menyusuri Jalan-Jalan di seputar Kota Bandung. Seperti, Antapani, Cicadas, Cikutra dan singgah di tempat istirahat Jalan Sido Mukti, Kota Bandung.

"Kalau istirahat saya jualan di sini (Jalan Sido Mukti). Jam 13.00 WIB, saya keliling lagi. Biasanya ke Simpang Dago, Kebon Binatang, Martadinata," ujar pria kelahiran 1972 ini.

Menurut Kasman, berjualan alat-alat kerajinan tradisional ini memang susah-susah gampang. Sebelum pademi Covid-19, kata Kasman, dia bisa meraup untung yang cukup besar. Karena, ada pesanan dari sekolah-sekolah, manasik haji dan lainnya. Ketika ada pandemi, laba yang didapat hanya cukup untuk makan saja.

"Bertahan ajalah. Kalau sebelum Covid-19 lumayan. Sekarang nggak ada sama sekali. Yang penting berangkat aja jualan," papar Kasman.

Kasman menjual alat-alat kerajinan tradisional ini harganya sangat bervariasi. Kolecer dibanderil Rp10 ribu, gangsing Rp15 ribu, sedangkan suling Rp15-20 ribu saja. (Okky Adiana)