Selain Catut Nama Pemkab Bogor, Pengembang Perumahan Gali Ribuan Ton Tanah Warga

Selain Catut Nama Pemkab Bogor, Pengembang Perumahan Gali Ribuan Ton Tanah Warga
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Gunung Putri - Hutama Tjahjadi alias Cahyadi salah satu pemilik lahan di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri melakukan somasi kepada pengembang berinisial PT FS yang merupakan developer perumahan. Hal itu dilakukan setelah pihaknya mengetahui lahan miliknya digali hingga ribuan ton pada 2018 lalu. 

Penggalian tanah yang diperkirakan untuk tujuan komersial itu bahkan membatalkan rencana pembangunan SMP Telajung Udik sebab kondisi lahan rusak parah. 

Kuasa hukum Cahyadi, Rizal Nursumantri SH dalam somasi Nomor 01/somasi.SK/lll/2021 menyebutkan kubangan akibat galian tanah yang di lakukan PT FS tersebut mencapai kedalaman 4 meter dengan luas hingga 5.000 m2. 


"Saat menggali lahan klien kami, PT FS bahkan menyebut kalau lahan itu adalah prasarana sarana utilitas ( PSU) milik Pemkab Bogor, kami belum mengetahui maksudnya cuma memang belakangan diketahui di lahan yang di gali itu juga ada lahan PSU milik Pemkab Bogor dan sudah dibebaskan untuk keperluan pembangunan SMP 4 Telajung Udik atau Gunung Putri, saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk dibangun lagi," sebut Rizal kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, apa yang dilakukan PT FS sudah sangat merugikan kliennya. Karena itu, melalui somasi ini pihaknya meminta keterangan dari PT FS. "Dan kalau tidak niat baik kami terpaksa akan melakukan upaya hukum lainnya, " tegasnya. 

Selain itu, Rizal juga mengatakan saat ini kliennya juga telah memutuskan untuk melakukan pemagaran terhadap semua batas lahan yang dimiliki. Pemagaran ini dilakukan agar ada kejelasan batas sekaligus upaya pengamanan aset milik Hutama Tjahyadi.

"Apalagi ke depan ada rencana pengembangan wilayah oleh Pemkab Bogor dengan membangun sejumlah fasilitas pemerintah di wilayah tersebut, hingga dipastikan lokasi klien kami sangat strategis," kata Rizal.

Sejumlah keterangan menyebut, ada delapan fasilitas pemerintah yang akan di bangun di wilayah tersebut. Sementara, pemagaran lahan milik Cahyadi dilakukan sepanjang 1.500 m2. Pemagaran yang dilakukan pada Minggu (4/4/2021) itu melibatkan warga sekitar termasuk yang di dampingi Babinkamtibmas dan Babinsa setempat. 

Ketua RW 6 Rohman Tidung mengungkapkan, pemasangan pagar itu berdekatan dengan lahan yang beberapa waktu lalu dipasang plang Pemkab Bogor untuk pembangunan sejumlah gedung termasuk sekolah dan gelanggang olahraga masyarakat.

“Lahan tersebut dilakukan pemagaran karena memang Hutama Tjahyadi yang meminta. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengamanan aset milik beliau,” ungkap Rohman.

Dia menambahkan, pihaknya mengetahui lahan seluas 1.500 m2 tersebut milik Hutama Tjahyadi setelah dilakukan pembelian dari Acim bin Kihin. 

“Lahan tersebut telah dibeli oleh Pak Tjahyadi pada tahun 1993. Jadi, upaya pemagarannya sah-sah saja dilakukan oleh pihaknya,” tambahnya.

Rohman menjelaskan, lahan yang dilakukan pemagaran tersebut juga ada keterkaitan dengan lahan PSU Pemkab Bogor. 

“Iya, ini jalan akses utama dari arah Desa Cicadas menuju lapangan bola atau tanah PSU yang pada tahun 2018 dilakukan penggalian kira-kira sedalam 4 m. Malahan, tanah Tjahyadi ikut digali, mungkin ini salah satu alasan kenapa dipagar, supaya tidak ada lagi pemanfaatan lahan tanpa ijin,” jelas Rohman.

Senada dengan itu, Kepala Dusun 02 Desa Tlajung Udik Arsan meyebutkan pemagaran terhadap lahan milik Tjahyadi tersebut tidak menganggu akses warga setempat pada umumnya. 

“Akses untuk mobilitas warga tak sama sekali terganggu. Malah ada kerjaan tambahan untuk perbaikan jalan warga yang tadinya tanah merah menjadi aspal. Kami mengucapkan terima kasih,” lanjut Arsan. (Reza Zurifwan)