Saldo Nasabah Hilang, BRI Tercoreng di Cianjur

Saldo Nasabah Hilang, BRI Tercoreng di Cianjur
istimewa



INILAH,  Cianjur - Nasabah BRI di Cianjur, Jawa Barat dibikin geger dengan raibnya duit tanpa transaksi. Naga-naganya mereka adalah korban skimming.

Kejadian ini jelas mencoreng citra bank pelat merah yang selama ini dekat dengan wong cilik. Alhasil, puluhan nasabah mendatangi kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Cianjur, Jawa Barat guna mempertanyakan nasib uang mereka. Mereka kehilangan saldo di rekening hingga Rp7,5 juta.

Dikutip dari idxchannel, salah satu nasabah bernama Yanto, mengaku baru mengetahui kehilangan uangnya saat melakukan pengecekan saldo di rekening pribadinya. Hal ini terjadi setelah dia melakukan transaksi di sebuah gerai ATM, tidak lama setelah itu mendapatkan infomasi ada penarikan besar dari rekeningnya. "Saya baru ketahuannya semalam lalu pas dilihat saldonya berkurang," aku Yanto.


Yanto langsung mengecek keadaan saldonya sehari setelah kejadian itu, dan benar dia mendapati ada penarikan Rp4,5 juta yang dilakukan sebanyak tiga kali. "Saya langsung blokir," ungkapnya.

Sementara itu, Hendra Hendriyana, nasabah BRI lainnya mengaku mendapati SMS dari BRI perihal penarikan uang dari rekening tabunhgannya saat berada di rumah. Uang yang hilang sebesar Rp7,5 juta, dengan proses tarikan sebanyak lima kali berturut-turut. "Saya hanya ingin konfirmasi dari pihak bank," ujar Hendra.

Saat tiba di kantor BRI Cianjur, seluruh nasabah hanya diberikan formulir untuk memperjelas informasi kehilangan uang mereka. Nasabah-nasabah ini diberikan keyakinan dari BRI di mana dana tersebut akan kembali dalam dua hari ke depan, dan penarikan terjadi dengan alasan gangguan sistem.

Pimpinan Cabang BRI Cianjur, Yoni Arianto saat dihubungi Senin, mengatakan terkait laporan yang diterima, pihaknya langsung menindaklanjuti pengaduan nasabah dan saat ini tengah melakukan investigasi bersama pihak terkait. "Jika laporan tersebut terbukti merupakan tindak kejahatan skimming, BRI bertanggungjawab menyelesaikan hal tersebut," katanya.

Pihaknya mengimbau nasabah, agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan, rutin melakukan penggantian PIN kartu ATM dan menjaga kerahasiaan data nasabah seperti nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi.

"Jangan memberikan data apapun termasuk pada orang atau oknum yang mengatasnamakan BRI. Terkait laporan nasabah, akan segera kami tindaklanjuti," katanya. (inilah.com)