Tolak Vaksinasi Covid 19 Drive Thru, Ini Alasan Dinkes Kab Bogor

Tolak Vaksinasi Covid 19 Drive Thru, Ini Alasan Dinkes Kab Bogor
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor- Walaupun sanggup melaksanakan penyuntikan Vaksin Covid 19 secara drive thru, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor lebih memilih cara konvensional dalam penyuntikan vaksin tersebut.

"Pemkab Bogor bisa saja seperti Pemkot Bogor yang melakukan vaksinasi drive thru  di komplek Stadion Gor Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal beberapa waktu lalu untuk menghindari antrian maupun kerumunan, namun karena harus ada screening maka kami lebih memilih cara konvensional dalam penyuntikan vaksin Covid 19," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Achmad Zainudin kepada wartawan, Minggu, (4/4).

Mantan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ciawi ini menerangkan bahwa syarat masyarakat disuntik vaksin Covid 19 ialah dalam keadaan sehat seperti tekanan darah normal, tidak dalam perawatan sakit kanker dan lainnya.


"Kalau swab atau rapid test itu normal saja kalau drive thru karena tak ada syarat masyarakatnya dalam keadaan sehat, ada etika medis yang harus kita laksanakan karena bisa saja masyarakatnya pingsan atau dampak negatif lainnya hingga kita harus melaksanakan screening dan memberinya waktu 15 sampai 30 menit hingga lebih baik kalau kita menggunakan cara konvensional," terangnya.

Zen sapaan akrabnya menuturkan ketimbang berinovasi tetapi melanggar etik medis, lebih baik kita memikirkan bagaimana jumlah vaksin Covid 19 bisa mencapai 3,8 juta vaksin.

"Jumlah vaksin Covid 19 yang baru kita terima itu sekitar 500 ribuan vaksin, jumlah itu terbilang minim karena setidaknya jumlah masyarakat Kabupaten Bogor yang disuntik vaksin Covid 19 mencapai 3,8 juta jiwa dari total sekitar 6 juta jiwa,"  tutur Zen.

Ia menjelaskan fasilitas untuk menjaga stamina vaksinator terlatih juga dibutuhkan, apalagi para vaksinator tidak hanya bertugas di pusat kota tetapi juga di pinggiran kota.

"Tempat penyuntikan vaksin Covid 19 bukan hanya di Gedung Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, klinik swasta dan rumah sakit tetapi juga 101 Puskesmas yang tersebar di 40 kecamatan. Kita juga harus memikirkan stamina dan keselamatan para vaksinator ini agar mereka juga terbebas dari wabah Covid 19," jelasnya. (Reza Zurifwan)