Awali Kuartal II Investor Cerna Rencana Belanja Infrastruktur AS

Awali Kuartal II Investor Cerna Rencana Belanja Infrastruktur AS
Ilustrasi (antara)



INILAH, Jakarta - Analis Philip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, mengawali kuartal II 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik karena investor tengah mencerna rencana belanja infrastruktur Pemerintah Amerika Serikat senilai 2 triliun dolar AS.

Selain itu, lanjut Anugerah, investor juga sedang mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan nonpertanian atau non-farm payrolls AS pada Jumat (2/4) besok.

"Investor memberi respons yang terukur atas rencana belanja infrastruktur Pemerintah AS, karena rencana tersebut akan dibarengi dengan rencana kenaikan pajak korporasi. Investor juga melihat prospek penolakan terhadap rencana belanja tersebut di Kongres, terlihat dari sambutan dingin dari para politisi Partai Republik," ujar Anugerah, di Jakarta, Kamis malam.


Sentimen positif juga datang dari perbaikan pada kondisi sektor manufaktur di kawasan Asia. Data Tankan Survey yang dirilis Bank of Japan (BOJ) naik menjadi 5 pada kuartal I 2021 dari minus 10 pada kuartal IV 2020 dan lebih baik dari ekspektasi yang datar atau nol.

"Ini menandakan perbaikan selama tiga kuartal beruntun dan merupakan level tertinggi sejak September 2019. Singkatnya, tingkat kepercayaan perusahaan manufaktur raksasa di Jepang sudah kembali berada di level sebelum pandemi Covid-19 pecah," kata Anugerah.

Sementara itu, data Caixin Manufacturing PMI Maret 2021 China berada di level 50,6, turun tipis dari 50,9 pada Februari 2021. Padahal, data resmi Manufacturing PMI China justru naik ke level 51,9 dari level 50,6.

"Untuk saat ini investor tampaknya masih mengabaikan kekhawatiran mengenai lambatnya distribusi vaksin global dan gelombang baru penularan virus Covid-19, khususnya di Eropa di mana Prancis memberlakukan kebijakan lockdown untuk ketiga kalinya," ujar Anugerah.

Dari dalam negeri, indeks PMI Manufaktur Indonesia naik ke rekor 53,2 dari 50,9. Sedangkan inflasi Maret dirilis 0,08 persen (MoM) atau 1,37 persen (YoY), sedikit di bawah ekspektasi konsensus.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat menembus level psikologis 6.000 jelang Hari Raya Paskah. IHSG ditutup menguat 25,93 poin atau 0,43 persen ke posisi 6.011,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,94 poin atau 0,1 persen ke posisi 901,86.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp1,17 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 944.854 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,5 miliar lembar saham senilai Rp9,6 triliun. Sebanyak 307 saham naik, 184 saham menurun, dan 148 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 210,07 poin atau 0,72 persen ke 29.388,87, indeks Hang Seng naik 560,39 poin atau 1,97 persen ke 28.938,74, dan indeks Straits Times meningkat 13,82 atau 0,44 persen poin ke 3.179,16. (antara)