Komisi III DPRD Jabar Dukung Rencana Pemprov dan Kemenhub Terkait BIJB

Komisi III DPRD Jabar Dukung Rencana Pemprov dan Kemenhub Terkait BIJB
Istimewa



INILAH, Bandung – Rencana Gubernur Ridwan Kamil dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB) di Kabupaten Majalengka sebagai tempat maintenance, repair and overhaul (MRO) atau perawatan pesawat, selain mengangkut penumpang dan kargo, mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar Sugianto Nanggolah mengatakan, dengan adanya rencana tersebut diharapkan dapat menyelamatkan BIJB dari ancaman kebangkrutan. Mengingat bandara tersebut sudah cukup lama berhenti  beroperasi, salah satunya akibat pandemi Covid-19. Terlebih, biaya yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah cukup banyak terserap, hanya untuk pemeliharaan  selama operasional terhenti.

“Kita mengamati apa yang disampaikan gubernur dan ini juga arahan dari pemerintah pusat. Dari Kementerian Perhubungan, bahwa memang sebelum beroperasinya Tol Cisumdawu. Bandara ini kan mangkrak. Dengan ada kebijakan menjadi tempat perawatan pesawat dan pelayanan kargo. Serta juga rencananya jadi tempat pemberangkatan jamaah haji tahun ini. Jamaah dari Jabar dan sebagian Jawa Tengah akan diberangkatkan dari BIJB, tidak lagi dari Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta),” ujar Sugianto kepada INILAH, Selasa (30/3/2021).


“Nah ini suatu terobosan yang perlu kita dukung dari Komisi III. Apapun alasannya, yang penting BIJB ini jangan bangkrut, karena kalau terus-menerus seperti sekarang. Ini luar biasa akibatnya. Kemarin kita sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk bayar hutang BIJB.  Maka dari itu, harapan saya  dalam waktu dekat segera direalisasikan,” lanjutnya.

Selain itu, Sugianto juga meminta kepada Kemenhub untuk mempercepat proses pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) agar  segera selesai. Sebab persoalan utama BIJB selama ini, adalah tidak adanya akses jalan yang singkat. Sehingga masyarakat lebih memilih untuk berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Halim Perdana Kusumah.

Dia mengaku optimistis, jika Tol Cisumdawu dapat selesai sesuai target pada akhir tahun ini, bisa dipastikan alur penerbangan dari BIJB akan ramai laiknya bandara internasional lainnya yang ada di Indonesia. Apalagi didukung dengan adanya layanan MRO bagi pesawat komersial, yang tengah direncanakan saat ini.

“Kita juga mendorong agar Tol Cisumdawu segera beroperasi. Sesuai dengan janji Kemenhub, bahwa Tol Cisumdawu akan selesai Desember 2021 ini. Harapan saya sebelum Desember 2021 selesai, karena sudah terlalu lama mundur penyelesaiannya. Kami dari Komisi III saat ini mendukung apa yang direncanakan oleh Kemenhub,” ucapnya.

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini juga meyakini, dengan beroperasinya Tol Cisumdawu dan BIJB akan menambah pemasukan bagi APBD dan turut menggerakkan perekonomian masyarakat Jabar yang kini tengah goyah akibat dampak dari pandemi. Tidak hanya itu, dia pun mendorong Pemprov untuk memprioritaskan program-program yang bertujuan memulihkan ekonomi masyarakat.

“Dengan beroperasinya BIJB kembali, akan menambah PAD kita. Serta Tol Cisumdawu juga, akan membantu mendongkrak perekonomian masyarakat. Harapan kami program Pemprov betul-betul bermanfaat untuk rakyat. Difokuskan kesana. Harus memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Itu yang kita minta kepada Pemprov. Apalagi kan kemarin ada perubahan RPJMD. Ada perubahan target, jangan sampai bangun alun-alun saja. Harus betul-betul program yang pro kepada rakyat,  memiliki  daya ungkit perekonomian di Jabar. Itu yang kita fokuskan,” tutupnya. (Yuliantono)