Pro-kontra Lokasi RSUD Tipe A Rancamaya

Pro-kontra Lokasi RSUD Tipe A Rancamaya
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Wacana pembangunan RSUD Tipe A menimbulkan pro-kontra di Komisi lV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor. Sebelumnya, anggota Komisi IV meminta untuk dikaji terlebih dahulu. Kali ini, pimpinan komisi IV terang-terangan mendukung wacana Pemkot Bogor tersebut.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti mengatakan, dirinya sepakat dengan adanya wacana pembangunan RSUD tipe A di Rancamaya. Sikap itu mengakomodir masyarakat yang memiliki penyakit khusus seperti kanker dan sejenisnya tak perlu ke Jakarta. 

"Selain jaraknya jauh, waktu perjalanan lama, belum lagi antrean panjang untuk kemoterapi. Kalau di Bogor ada akan lebih baik," kata Endah kepada wartawan, Selasa 30/3/2021).


Dia melanjutkan, hal itu dengan catatan kalau RSUD dipindah ke lahan baru dengan fasilitas yang lebih baik dan bagus. Nanti, pihaknya akan mencari dana yang dibutuhkan. 

"Saya akan mendorong agar Komisi IV segera memanggil RSUD untuk menanyakan perihal wacana tersebut," tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Akhmad Saeful Bakhri menilai sebelum wacana itu digelontorkan ke publik seharusnya terlebih dulu ada kajian mengenai kebutuhan RS di Kota Bogor. 

"Yang jadi pertanyaan, kenapa harus di Rancamaya? Katanya pembangun rumah sakit untuk pemerataan pelayanan kesehatan warga. Justru bila di Rancamaya, malah semakin menjauhkan layanan dari masyarakat Kota Bogor. Mengapa tak manfaatkan lahan Kayumanis?" ujarnya. 

Dia menegaskan, pembangunan RSUD baru di Rancamaya jangan sampai bertujuan untuk keuntungan semata. Sebab, lokasi yang berada di daerah Rancamaya itu berdekatan dengan RSUD Ciawi. 

"Saya melihat di Kota Bogor RS cukup banyak dan rasionya masih mencukupi. Saat ini pun ada beberapa RS yang tengah berproses sebagai rumah sakit baru," tambahnya. (Rizki Mauludi)