Begini Cara Kerja Alat Canggih Pembunuh Virus di ATR/BPN Bogor

Begini Cara Kerja Alat Canggih Pembunuh Virus di ATR/BPN Bogor



INILAH, Cibinong - Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor menggunakan alat canggih Master Care Virus Killer untuk mencegah virus corona. Bagaimana cara kerjanya?

Fendriko, GM Sales and Business Development PT Master Care, menjelaskan udara yang berpotensi menyebarkan bakteri maupun virus sebelumnya ditarik oleh Master Care Virus Killler dan akan dikeluarkan lagi setelah bakteri maupun virusnya dibunuh terlebih dahulu.

"Alat Master Care Virus Killler dengan teknologi filter HEPA H14, filter carbon dan lampu UV-C, mampu membunuh aneka bakteri maupun virus, termasuk Covid 19. Alat ini tak hanya digunakan di kantor-kantor tetapi juga di rumah sakit, laboratarium hingga pabrik obat hingga bisa dikatakan alat ini terpercaya dibanding kompetitor lain," jelas Fendriko.


ATR/BPN sendiri termasuk salah satu instansi di Kabupaten Bogor yang harus bergulat dengan virus corona. Sejak pandemi bergulir, sedikitnya 10 orang dari 91 pegawainya pernah terpapar virus corona.

Alat Master Care Virus Killler buatan Jerman ini, kata Kepala Kantor ATR / BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto dipercaya bisa menyaring udara dan membunuh aneka macam bakteri atau virus termasuk virus corona.

 "Kantor ATR / BPN Kabupaten Bogor selain menerapkan secara ketat protokol kesehatan (Prokes) Covid 19, juga berupaya menggunakan master care virus killler agar baik pegawai maupun masyarakat aman dari wabah Covid 19," kata Sepyo kepada wartawan, Selasa, (30/3).

Pria asli Kota Surakarta ini menerangkan upaya lain untuk melaksanakan social distancing tepatnya menghindari kerumunan, pihaknya juga menggunakan aplikasi hingga masyarakat bisa mengurus dokumen pertanahannya secara online.

"Walaupun belum sempurna, aplikasi pelayanan online ATR / BPN Cibinong tersebut mampu mengurai potensi kerumunan masyarakat hingga maksimal masyarakat pemohon kepengurusan dokumen pertanahan di angka 300 orang perharinya atau berkurang sekitar 30 hingga 40 persen," terangnya. (reza zurifwan)