Apeksi Kutuk Bom Bunuh Diri di Makassar

Apeksi Kutuk Bom Bunuh Diri di Makassar



INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor yang juga Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Bima Arya berduka dan mengutuk keras aksi biadab terorisme di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Bima Arya mengatakan, tidak ada satu agamapun di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia yang mengajarkan kepada penganutnya untuk melakukan tindak kekerasan, apalagi menimbulkan korban jiwa.

"Peristiwa biadab di Makassar bukan aksi yang mewakili suatu agama. Tidak ada tempat bagi mereka yang intoleran dan berujung pada kekerasan serta jatuhnya korban jiwa. Perbedaaan yang bermuara pada kebencian ini harus dikikis," ungkap Bima Arya pada Minggu (28/3/2021) malam.


Bima Arya melanjutkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga persatuannya lewat cinta. Perbedaan dan keberagaman adalah keniscayaan namun persatuan dan kebersamaan harus terus diperjuangkan. 

"Islam Rahmatan lil alamin, keselamatan dan kemaslahatan untuk manusia di muka bumi. Kita jaga sama sama Indonesia dengan cinta," tambahnya.

Sementara itu, sebanyak 700 personel Polresta Bogor Kota, disiagakan mengawal keamanan di 85 gereja yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor, Jawa Barat. Pengamanan tersebut dilakukan menyusul adanya bom bunuh diri di salah satu Gereja Katedral Makassar, Ahad (28/3). Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengerahan 2/3 anggota Polresta Bogor Kota dilakukan untuk memberi rasa aman bagi jamaat gereja yang akan beribadah.

"Sebanyak 2/3 kekuatan Polresta Bogor Kota kami kerahkan, untuk memberikan rasa aman bagi jamaah yang sedang beribadah, di 85 gereja yang ada di Kota Bogor," ungkap Susatyo.

Susatyo menuturkan, pengamanan akan terus dilakukan hingga satu pekan ke depan. Mengingat rangkaian ibadah di gereja akan berlangsung mulai Kamis (1/4) hingga Ahad (4/4).

"Tentunya kami berusaha untuk mencegah, berusaha memperkuat pengamanan di gereja-gereja di Kota Bogor selama satu pekan ke depan," pungkasnya. (rizki mauludi)