Yana Senang Kota Bandung Menjadi Markas Timnas Pelajaran U-16

Yana Senang Kota Bandung Menjadi Markas Timnas Pelajaran U-16
istimewa



INILAH, Bandung - Kota Bandung kini menjadi kawah candradimuka Tim Nasional (Timnas) Pelajar U-16 Indonesia. Tim ini kini bermarkas di Kota Bandung dan tinggal di Asrama Bhintuka yang berada di Jalan Muara Sari l, Kecamatan Bojongloa Kidul. 

 

Asrama ini sangat representatif. Mulai dari kamar, dapur dan ruangan luas untuk mengatur strategi. Tah hanya itu, tim beranggotakan 22 pemain tersebut telah berkembang. Memiliki ekstrakulikuler seperti belajar bahasa, pembentukan karakter hingga melakukan podcast. 


 

"Pembentukan Timnas ini bukan hanya di lapangan saja. Tapi pembentukan juga di luar lapangan. Bagaimana kita membentuk karakter mereka seperti mental. Itu utamanya," kata Manager Timnas Pelajar u-16 Kemenpora RI Ray G Manurung. 

 

Menurutnya, di asrama ini terdapat ruangan untuk latihan bahasa, membuat stresmaming sendiri seperti podcast dan radio. Dia pun percaya, semua pemain yang direkrut Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut, adalah yang terbaik. 

 

"Juga bermain musik. Kalau yang suka masak, kita ajak chef sebagai guru. Jadi asrama ini cukup mendukung sebagai kemistri pemain agar terbentuk. Untuk prestasi lebih mendunia, butuh dukungan teknis. Seperti tempat, kebersihan, didikan, kursus bahasa sampai multimedia," ucapnya. 

 

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengucapkan syukur atas diresmikannya asrama tersebut. Dia pun senang, karena Kota Bandung ditunjuk sebagai tempat dikumpulkannya para pemain muda yang akan membawa nama baik bangsa. 

 

"Pemkot Bandung mengapresiasi, bahwa Kota Bandung dipilih menjadi pusat pelatihan Timnas Pelajar U-16," ujarnya. Mudah-mudahan, bisa memberikan prestasi yang baik dan menjadi inspirasi bagi persepakbolaan khususnya di Kota Bandung," kata Yana.

 

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Republik Indonesia Raden Isnanta menyampaikan, di asrama yang baru tersebut. Para pemain, nantinya dapat melakukan diskusi, pembinaan mental, karakter hingga proses belajar. 

 

"Ruangannya cukup representatif. Sehingga sukses di semua lini. Bukan hanya menggiring bola di lapang, tapi juga berpikir pintar untuk menyusun taktik dalam permainan," kata Raden. (Yogo Triastopo)