Robert Curhat, Sebut Persib Mustahil Habis-habisan di Piala Menpora

Robert Curhat, Sebut Persib Mustahil Habis-habisan di Piala Menpora
Istimewa



INILAH, Bandung- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts memaklumi andai timnya tampil setengah hati di Piala Menpora. Dia bahkan menyebut mustahil para penggawa Maung Bandung bermain all out. Lho?

Menurutnya, Persib sudah berkorban untuk bisa mengikuti Piala Menpora 2021 ini. Terlebih, Persib diharuskan menjalani pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. 

"Sekarang kami terpaksa selama dua pekan berada di Yogyakarta dan ini kami lakukan untuk sepak bola Indonesia meski hanya digaji 25 persen saja. Satu tahun tidak digaji (100 persen), hanya 25 persen saja. Kami mengorbankan diri untuk membantu sepak bola Indonesia, jadi ketika kami disini, situasinya sangat sulit. Saya tidak mengkritisi tapi menjelaskan apa yang terjadi karena ini pertanyaannya soal mental," ungkap Robert di Sleman, Yogyakarta, Kamis (25/3/2021).


Robert memastikan tidak mudah menjalani Piala Menpora 2021. Terutama bagi pemain yang harus jauh dari keluarga selama dua pekan dan tetap harus mendapatkan potongan gaji. 

"Kami tetap melanjutkan ini dalam upaya membantu sepak bola Indonesia dan saya pikir ini yang harus diapresiasi orang-orang bagi pemain dan ofisial yang berada di sini," katanya. 

Dengan alasan itu, Robert tidak mengincar juara di turnamen ini. Sebaliknya, dia hanya menjadikan ajang pemanasan tim karena turnamen ini merupakan simulasi untuk bisa mendapatkan izin penyelenggaraan Liga 1 2021. 

"Uang hadiah seharusnya dibagikan kepada pemain, untuk membantu pemain yang kehilangan gajinya selama satu tahun, bahkan bukan hanya pemain tapi staf dan ofisial," bebernya. 

Pelatih berusia 65 tahun ini mengaku memiliki pandangan yang berbeda mengenai Piala Menpora 2021. Karena itu, dia berharap mendapatkan pengertian mengenai situasi yang dialami saat ini. 

"Kami harus pergi selama dua pekan tanpa gaji penuh tapi orang-orang berekspektasi tinggi agar bisa menunjukan sepak bola yang terbaik lagi, itu mustahil. Kami hanya berusaha menikmati ini dan kami terpaksa, orang-orang harus memahami pengorbanan yang kami lakukan," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)