Duh..Masih Ada 30 Ribu Ha Lahan Kering di Purwakarta, Manfaatkan Atuh!

Duh..Masih Ada 30 Ribu Ha Lahan Kering di Purwakarta, Manfaatkan Atuh!



INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta akan mendorong supaya lahan kering milik negara dan masyarakat bisa termanfaatkan. Salah satunya, menjadi areal pertanian. Sampai saat ini masih ada puluhan ribu hektare lahan kering yang tak terurus. 
 
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menuturkan, di wilayahnya terdapat sekitar 30 ribu hektare lahan kering. Ke depan, pihaknya akan mendorong supaya lahan-lahan tersebut bisa bermanfaat. 
 
"Ada sekitar 30 ribu hektare lahan kosong yang belum termanfaatkan. Ini akan kami dorong supaya bisa produktif," ujar Agus melalui selulernya, Jumat (1/3/2019).
 
Agus menjelaskan, 30 ribu hektare lahan kering ini terdiri dari, 5.000 hektare ladang masyarakat. Kemudian, 9.500 hektare tegalan, serta 15.500 hektare lainnya merupakan perkebunan/hutan rakyat. 
 
"Lahan-lahan ini lebih potensial ditanami padi huma atau gogo, serta perkebunan jagung," jelas dia.
 
Menurut dia, selain memanfaatkan lahan mati, upaya ini bisa sekaligus menggenjot hasil produksi pertanian di wilayahnya. Karena, seiring bertambahnya luas lahan yang bisa dimanfaatkan, secara otomatis produktivitas pun meningkat. 
 
Dia menambahkan, program pemanfaatan lahan kering ini saat ini telah dilakukannya. Salah satunya, yakni di kawasan Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari. Di lokasi ini dinasnya telah menanam 100 jenis benih padi gogo, yang salah satunya adalah benih 'buhun'. 
 
"Selain memanfaatkan sisa lahan di kawasan Tajug Gede Cilodong, tujuan kami tak lain untuk melestarikan plasma nutfah," ujar Agus.
 
Agus menjelaskan, tanaman padi gogo ini pun kedepan diciptakan menjadi show window atau etalase pertanian di Kabupaten Purwakarta. Sebab, selain untuk melestarikan plasma nutfah, areal perkebunan padi ini akan menjadi laboratorium mini bagi petani milenial dan pelajar.
 
Sementara itu, Ketua DKM Tajug Gede Cilodong, Dedi Mulyadi menjelaskan, guna mendukung program tersebut, pihaknya siap menyediakan lahan di kawasan tersebut untuk dijadikan lahan pertania. 
 
"Di kawasan Tajug Cilodong, kita siapkan 10 hektare untuk ditanami Padi Gogo," ujar Dedi.
 
Dedi pun berencana menyiapkan sembilan Leuit (lumbung padi) di lokasi itu. Supaya, nantinya hasil panen padi gogo ini bisa tersimpan rapi di dalam leuit terus sebut, sebagai stok pangan bagi masyarakat.