Risiko Kesehatan Mental dari Konsumsi Digital

Risiko Kesehatan Mental dari Konsumsi Digital
istimewa



INILAH, Jakarta - Situasi pandemi saat ini menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan konsumsi digital, khususnya media sosial.

 

Berdasarkan laporan DataReportal.com di 2021, jumlah pengguna media sosial di Indonesia meningkat hingga 10 juta pengguna dalam 1 tahun yang setara dengan 61,8 persen total populasi dan didominasi rentang umur 18 - 34 tahun.


 

Terlebih pada Februari 2021, Microsoft juga baru merilis Digital Civility Index (Indeks Keberadabaan Digital) Indonesia pada posisi ke-29 secara global dengan angka diskriminasi dan perundungan di sosial media yang tinggi.

 

Hal ini menunjukkan Homo Virtualis atau Manusia Virtual terutama generasi muda saat ini sedang menghadapi tantangan sosial dengan risiko berdampak bagi kesehatan mental dan mendorong munculnya krisis identitas.

 

"Di era laju digital ini, kami menyadari untuk melahirkan para pemimpin abad 21, mental wellbeing yang berfokus pada perkembangan sosial dan emosional siswa memiliki tingkat urgensi yang sama pentingnya dengan perkembangan kognitif. Oleh karena itu, selama masa PJJ kami tidak hanya menyusun strategi belajar efektif, namun juga melatih seluruh pengajar kami agar mampu mendukung dan memotivasi siswa," ungkapDr. Marshall Schott, President of Sampoerna University, Jakarta, Rabu, (24/03/2021).

 

Untuk itu penting bagi institusi pendidikan untuk membuka ruang pembahasan mengenai tantangan sosial generasi muda saat ini yang dapat menjadi rintangan dalam menggapai impiannya di masa depan, serta menemukan solusi bagi kesejahteraan mental generasi muda.

 

"Inilah alasan utama kami mendukung inisiatif Badan Eksekutif Mahasiswa untuk melanjutkan diskusi kreatif berkolaborasi dengan TEDx," tambahnya.

 

Salah satu pembicara dalam sesi diskusi kreatif TEDxSampoernaUniversity Perseverance, Aidil Pananrang, Co-Founder @DARISKRG (Dari Sekarang) turut mendukung komitmen Sampoerna University.

 

Melihat kondisi saat ini, tantangan generasi muda tidak hanya sebatas isolasi sosial, tetapi juga terjadi di media sosial.

 

Hal ini tentu saja dapat berdampak bagi kesehatan mental dan menimbulkan krisis identitas di kalangan generasi muda, dimana seperti yang kita ketahui masa muda adalah masa paling penting dalam pencarian identitas.

 

"Untuk itu sangat penting bagi institusi pendidikan dan komunitas generasi muda ikut bekerja sama dalam membuka ruang diskusi dan mencari solusi bersama bagi tantangan ini," ungkap Aidil.

 

Caecillia Maria Natasha, Thalassemia Survivor & Guru Sekolah Internasional sebagai pembicara yang membawakan topik: Beyond the Title that Others Have Given to You: Who are You? juga menyampaikan hal serupa mengenai pentingnya ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan sosial.

 

"Sebagai pejuang Thalassemia, Perseverance atau ketangguhan mental menjadi kunci yang terus saya bawa hingga hari ini, sehingga tantangan sosial apapun yang saya lalui bahkan bullying tidak membuat saya goyah dan berhenti mengejar mimpi yang ingin saya capai. Saya harap di sesi saya nanti generasi muda bisa terinspirasi dan termotivasi, bahkan ikut berbagi kisah dan menemukan kembali jati dirinya," jelas Natasha.

 

Diskusi Kreatif TEDxSampoernaUniversity Perseverance terbuka untuk umum, bagi generasi muda yang ingin mengikuti 10 sesi webinar inspiratif dapat melakukan registrasi dan membeli tiket dengan harga terjangkau dari Rp 75 ribu 110 ribu.

 

Dengan membawa perseverance atau kegigihan sebagai tema tahun ini, kami ingin menginspirasi teman - teman di luar sana bagaimana kegigihan tidak hanya dibutuhkan pada saat sulit ini saja, tetapi telah menjadi karakter integral manusia sebagai salah satu cara mencapai kesuksesan.

 

"Kami harap melalui diskusi kreatif ini, kami dapat memotivasi seluruh peserta khususnya sesama mahasiswa dan generasi muda, agar siap menghadapi berbagai tantangan sosial di era laju digital dan membantu mereka menemukan kembali jati dirinya," papar Project Leader TEDxSampoerna University, Yoga Herdi Adinugraha.(inilah.com)