Giliran KPID Jabar Kecam Tayangan Siraman Atta-Aurel

Giliran KPID Jabar Kecam Tayangan Siraman Atta-Aurel



INILAH, Bandung - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat mengecam penayangan acara siraman Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Pasalnya, tayangan tersebut dinilai tidak memiliki kepentingan publik dan tidak bermutu.

Ketua KPID Jabar, Adiyana Slamet mengatakan secara kelembagaan pihaknya telah meminta KPI Pusat untuk memberikan sanksi terhadap stasiun tv swasta yang menayangkan acara tersebut. Bahkan, permintaan pemberian sanksi ini merupakan kedua kalinya setelah tayangan serupa juga disiarkan di salah satu stasiun tv swasta nasional.

Menurutnya, membandelnya TV Swasta merupakan bentuk abai terhadap lembaga negara dan pengingkaran terhadap hak publik.

"TV Swasta tersebut sudah mengabaikan apa yang direkomendasikan lembaga negara dengan terus menayangkan acara lamaran Atta Aurel ini. Hak publik mendapatkan konten yang bermutu diingkari," tegas Adiyana dalam keterangan persnya, Selasa (23/3/2021).

Lebih lanjut, Adiayana menjelaskan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) mewajibkan program siaran diperuntukkan bagi kepentingan publik dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

"Untuk yang kedua kalinya ini kami meminta KPI Pusat memberikan sanksi tegas berupa teguran tertulis dan selanjutnya mengusut dugaan pelanggaran jam siar" ungkap Adiyana.

Sementara itu, Kordinator isi Siaran Sudama Dipawikarta menjelaskan, KPID Jawa Barat telah dengan teliti melihat tayangan prosesi lamaran Atta dan Aurel pada acara Silet dan Barista di salah satu TV Swasta tersebut pada 13 Maret lalu. Kemudian acara siraman Atta dan Aurel pada acara Silet 19 Maret 2021 jam 10.00 hingga 11.30, dan tayangan Ikatan Cinta Atta-Aurel Pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

Tayangan tersebut telah melanggar pasal 11 ayat 1 Standar Program Siaran yang menyatakan Program siaran wajib dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan tidak untuk kepentingan kelompok tertentu. Kemudian pasal 13 ayat 2 menyatakan Program siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi yang ditampilkan dan/atau disajikan dalam seluruh isi mata acara, kecuali untuk kepentingan publik.

"Acara ini (Atta-Aurel) bukan untuk kepentingan publik, sehingga KPI sebagai wakil masyarakat memiliki kewenangan untuk menertibkan, bukan hanya kepada salah datu TV Swasta,  tapi juga stasiun tv lainnya," tegas Sudama.

Senada dengan Sudama, Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jalu Priambodho menambahkan, pihaknya juga mendapatkan aduan dari masyarakat tentang siraman Atta dan Aurel pada acara Silet 19 Maret 2021 jam 10.00 hingga 11.30, dan tayangan Ikatan Cinta Atta-Aurel Pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

"Kami juga mendapatkan aduan masyarakat. Dalam kasus Atta - Aurel, kepentingan publik apa coba," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)