Ini Cerita Terapi Plasma Konvalesen yang Sembuhkan Ema Dari Covid-19

Ini Cerita Terapi Plasma Konvalesen yang Sembuhkan Ema Dari Covid-19



INILAH, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menceritakan pengalamannya setelah menerima plasma konvalesen dari penyintas lainnya pascaterpapar Covid-19.

 

"Plasma konvalesen pengaruh juga, karena badan saya terasa ringan. Istilahnya pergerakannya lebih ringan," kata Ema di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Selasa (23/3/2021). 


 

Dituturkan dia, sebelum diberikan plasma konvalesen. Nilai Cycle Threshold (CT) menyentuh angka 18. Tetapi setelah menerima plasma konvalesen, CT naik sebanyak 13 setelah satu pekan lamanya. 

 

"Suhu tubuh, tensi, saturasi oksigen dan nadi sangat stabil. Suhu tubuh tidak lebih dari 36.5. Artinya sangat ideal. Tensi saya 120 paling tinggi 130," ucapnya. 

 

Dia menyebut, dampak vaksinasi Covid-19 pun turut berpengaruh selama masa pemulihan. Itu terlihat dari antibodi yang terus mengalami peningkatan meski belum diharapkan lebih dari 130.

 

"Artinya, saya sudah tidak berpotensi menularkan. Tapi saya harus berhati-hati, masih ada potensi saya tertular. Itu yang harus saya hati-hati. Tapi terpenting kondisi saya saat ini sudah fit, dan uji usap negatif," ujar dia. (Yogo Triastopo)