Ramadan, Rumah Zakat Bidik Sejuta Penerima Manfaat Terdampak Pandemi

Ramadan, Rumah Zakat Bidik Sejuta Penerima Manfaat Terdampak Pandemi
istimewa



INILAH, Bandung - Menjelang Ramadan tahun ini, Rumah Zakat meluncurkan gerakan #BahagiaBersama. CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan, kampanye tersebut sebuah upaya untuk mengajak masyarakat membahagiakan sesama lewat kegiatan berbagi. 

"Dengan menghadirkan beragam program istimewa, di Ramadan ini Rumah Zakat menargetkan untuk membantu 1 juta penerima manfaat yang terdampak pandemi, khususnya yang berada di 1.686 Desa Berdaya," kata Nur Efendi, Selasa (23/3/2021).

Dia menuturkan, sesuai fatwa MUI No 23/2020 pemanfaatan harta zakat infak, dan sedekah (ZIS) dapat digunakan untuk penanggulangan wabah Covid-19 dan dampaknya. Berdasarkan aturan tersebut Rumah Zakat akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak pandemi.


Sejumlah program istimewa pun digelar. Antara lain Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Keluarga, Syiar Quran, Ramadaan Bebas Hutang, dan Janda Berdaya. Program Ramadan tersebut merupakan program yang cocok untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi di masa resesi. 

“Selain itu ada pula program lumbung pangan yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat Indonesia. Saat ini telah ada 19 lumbung pangan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, pada momen Ramadan ini pihaknya meluncurkan Digital Islamic Style (DIS) sebuah aplikasi untuk menemani umat muslim dalam beribadah. Pada aplikasi itu terdapat berbagai fitur dalam DIS yang dapat membantu umat muslim beribadah yakni dzikir & doa, Alquran digital, waktu salat, arah kiblat, kajian Ramadan, dan donasi ZIS dan wakaf.

“Semoga dengan hadirnya DIS dapat menjadi teman ibadah kita semua di bulan Ramadan. DIS akan membantu mengingatkan kita untuk melakukan rangkaian ibadah di bulan Ramadan mulai dari jadwal imsakiyah, berzikir, salat, hingga berbagi kepada sesama,” ungkap Strategic Partnership Division Head Rumah Zakat Didi Sabir.

Menurutnya, DIS menjadi salah satu kemudahan berdonasi bagi masyarakat karena terdapat fitur untuk memunaikan ZIS dan wakaf hingga laporan perkembangan donasi masyarakat. Diharapkan, aplikasi ini dapat memudahkan donator yang ingin berbagi sekaligus melihat laporan dari para penerima manfaat. (*)