Perangkat Daerah Prioritaskan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor

Perangkat Daerah Prioritaskan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Forum rencana kerja perangkat daerah (RKPD) Kabupaten Bogor menyepakati satu hal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bappeda Litbang, camat, akademisi, DPRD Kabupaten Bogor, unsur swasta, dan relawan satu suara untuk memprioritaskan mitigasi bencana.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi mengatakan, dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2022 mendatang, program mitigasi akan lebih dioptimalkan ketimbang penanganan bencana alam.

"Kepada Bappeda Litbang, BPBD, dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Kabupaten Bogor, kami dari Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor mendukung pengoptimalan mitigasi ketimbang penanganan bencana alam," ungkap Ridwan, Jumat (19/3/2021).


Politisi Partai Golkar ini pun mendorong BPBD dan 40 pemerintahan kecamatan di Bumi Tegar Beriman untuk membentuk relawan desa tangguh bencana (Destana). Para relawan di desa rawan bencana alam itu diakuinya sangat penting untuk memperkecil risiko dampak dari bencana alam.

"Anggaran pembentukan relawan Destana di desa atau kelurahan yang rawan bencana alam harus disiapkan 40 pemerintah kecamatan, BPBD selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis dalam hal ini hanya sebagai pembina para relawan Destana," sambungnya.

Ridwan juga menuturkan, relawan Destana selain dibekali ilmu pengetahuan penanganan bencana alam juga harus dibekali sarana dan prasarana plus pemanfaatan teknologi.

"Relawan Destana bukan hanya bertugas dalam penanganan tetapi juga mitigasi resiko bakal adanya bencana alam tanah longsor, banjir, kekeringan, pergeseran tanah, gempa bumi, kebakaran, angin kencang dan lainnya," tutur Ridwan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan menjelaskan saat ini bersama pemerintahan kecamatan yang daerahnya rawan akan bencana alam sudah membentuk relawan Destana di 50 desa.

"Kami bersama pemerintah kecamatan akan terus membentuk relawan Destana di 419 desa dan 16 kelurahan. Saat ini, baru 50 pemerintah desa yang sudah masuk kategori Destana," jelas Yani.

Dia menambahkan, relawan Destana sangat dibutuhkan karena wilayah Kabupaten Bogor memiliki tipe morfologi yang bervarisai kerawanan akan bencana alam.

"Jumlah personel BPBD itu terbatas, sementara wilayah yang rawan akan bencana alam terbilang sangat luas hingga kami perlu bantuan dari relawan Destana baik untuk penanganan maupun mitigasi," tambahnya. (Reza Zurifwan)