Tim Bulutangkis Indonesia Dipaksa Mundur di All England, Ridwan Kamil Protes Keras

Tim Bulutangkis Indonesia Dipaksa Mundur di All England, Ridwan Kamil Protes Keras
humas pemprov jabar



INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat melayangkan protes atas keputusan panitia penyelenggara kejuaraan bulu tangkis All England yang memaksa tim Indonesia harus mundur. Protes tersebut dia unggah melalui akun instagram pribadi dan di akun Instagram resmi perhelatan tersebut.  

 

Dalam unggahan protes di akun Instagram pribadinya, Ridwan Kamil turut merasa sedih atas didiskualifikasinya tim bulu tangkis Indonesia. 


 

"Berita ini bikin sedih banget, duh. Ikut prihatin atas keputusan diskualifikasi yg diterima oleh tim bulu tangkis Indonesia dari perhelatan All England karena satu pesawat dengan salah seorang penumpang anonim yang terpapar Covid," tulis Ridwan Kamil pada akun Instagram pribadinya @ridwamkamil. 

 

Padahal Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengatakan, ada cara yang dapat ditempuh untuk mengantisipasi kejadian semacam ini.  Yaitu, melakukan pengetesan setiap hari kepada atlet yang mentas di hajat tersebut.

 

"Padahal dalam hemat saya bisa lakukan tes per tiap hari kepada atlet jika perlu. Namun itu adalah konsekuensi dari kebijakan pemerintah Inggris dan panitia," katanya.

 

Atas keputusan yang diambil oleh pantian kejuaran All England ini, Emil berharap dapat berlaku adil terhadap setiap tim. Dia juga mendukung para atlet untuk tetap tegar menghadapi keputusan tersebut. 

 

"Semoga keputusan ini berlaku adil bagi semua tim dari negara lain dan mendoakan agar tim bulu tangkis Indonesia tetap semangat, berprestasi dan menjaga sportivitas. Tetap semangat untuk the Minions, The Daddies dan kawan-kawan tim Bulutangkis Indonesia. Doa dari kami di tanah air," ungkapnya.

 

Tidak hanya di akun pribadinya, Emil juga melakukan protes di akun Instagram resmi kejuaran bulu tangkis All England @ allenglandofficial. Dalam protesnya itu, dia memiliki pandangan bahwa keputusan panitia mendepak tim Indonesia sangat tidak adil dan profesional.

 

"Why don't you just simply run a covid test to all incoming athletes. Make it an everyday covid testif you have to. You did that policy to team Denmark, India and Thailand. Why not do the same to team Indonesia? (Mengapa Anda tidak menjalankan tes covid saja untuk semua atlet yang masuk. Jadikanlah itu sebagai test covid sehari-hari jika Anda harus. Anda melakukan kebijakan itu untuk tim Denmark, India, dan Thailand. Mengapa tidak melakukan hal yang sama untuk tim Indonesia?)," tulis Emil.

 

Menurut  dia, keputusan panitia kejuaran All England tidak berlaku profesional. Bahkan menghancurkan esensi dari olah raga.

 

"It is very unfair and unprofessional. You are destroying the very essence value of sport which is fairness.-regards. Ridwan Kamil, Governor of West Java, Indonesia. (Ini sangat tidak adil dan tidak profesional. Anda menghancurkan nilai esensi olahraga yaitu keadilan.-salam. Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, Indonesia)," katanya. (Riantonurdiansyah)