Percepatan Jangkauan Vaksinasi, Pemprov Buka Pintu Kepada EO Untuk Kolaborasi

Percepatan Jangkauan Vaksinasi, Pemprov Buka Pintu Kepada EO Untuk Kolaborasi
humas pemprov jabar



INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membuka pintu kepada event organizer (EO) untuk menyelengarakan vaksinasi massal. Hal ini dilakukan guna mempercepat jangkauan penyuntikan vaksin. 

 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya menargetkan 150 ribu penyuntikan per hari. Karena tidak bisa mengandalkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, dibutuhkan sekitar 40 gedung besar untuk bisa melakukan acara vaksinasi massal.


 

“Kami membuka kepada EO di Jabar yang mungkin konser mah gak ada dan acara besar gak ada, boleh bermitra dengan Pemprov Jabar menjadi penyelenggara vaksinasi massal, mengatur flow-nya dan tempatnya nanti nakesnya dari kami,” ujar Ridwan Kamil, Senin (15/3/2021).

 

Menurut dia, jika kolaborasi ini berhasil maka akan membuat Jabar berhasil menyelenggarakan vaksinasi. Sebaliknya,bilam tanpa ada dukungan vaksinasi massal dengan jumlah yang banyak, dikhawatirkan vaksin tidak tercapai dan vaksin terlanjur kadaluarsa.

 

Namun, dia memastikan bahwa vaksin kadaluarsa tidak terjadi di Jabar. Vaksin yang habis masa kadaluarsa pada 18 Maret itu sudah habis terpakai. 

 

“Jangan khawatir, tidak ada di Jabar menggunakan vaksin kadaluarsa karena di tanggal 18 yang kadaluarsa pertama itu sudah selesai, jadi tidak akan pernah kita melanggar prosedur itu,” ucapnya. 

 

Dia menyampaikan, kuantitas sasaran program vaksinasi di daerahnya berada di urutan pertama dibandingkan provinsi lain. Pernyataan mengenai urutan pertama itu, dia sebut informasinya datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ini berlaku bagi vaksinasi profesi publik, seperti wartawan, TNI, Polri hingga guru dan sebagainya. 

 

“Tapi lansia kita masih kurang, kita ranking tiga, oleh karena itu pekan ini kita akan melakukan vaksinasi maksimal di lansia,” imbuhnya. 

 

Disinggung mengenai kesulitas menjangkau para lansia untuk vaksin, Ridwan Kamil menyampaikan kendalanya ada pada mobilitas. Faktor Kedua adalah, banyak di antara lansia memiliki komorbid tinggi. 

 

jadi lansianya datang karena mengaku sehat tapi catatan dari dokter luar biasa. Jumlah yang mobilitas plus datang tapi tidak bisa itu memang ternyata sudah jadi risiko ya, karena makin sepuh. 

 

“Jadi itu masalah lansia. Jumlah vaksin cukup untuk lansia sehingga semua berlomba menyukseskan itu,” katanya.

 

Diketahui, jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jabar sekitar 6,6 juta orang. Rinciannya, ada 4.403.984 lansia yang jadi target, sementara petugas publik mencapai 2.195.215 orang. (Riantonurdiansyah)