Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Dua Wanita Muda Bogor

Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Dua Wanita Muda Bogor
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Pelaku pembunuhan dua wanita muda asal Kabupaten Bogor DP (17) dan EL (23) yaitu MRI (21) akan diperiksa kejiwaannya. Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pemeriksaan secara kejiwaan akan dilakukan kepada pelaku untuk memastikan secara utuh penyebab MRI melakukan pembunuhan kepada dua wanita. 

"Sehingga, dirinya dapat mengetahui seseorang melakukan pembunuhan berantai. Jadi jelas mengapa setelah kejadian yang pertama, berlanjut sampai dengan kejadian yang kedua," ungkapnya kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Susatyo melanjutkan, tim penyidik juga telah mengirim tersangka ke Laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri untuk diambil DNA-nya, disesuaikan dengan barang bukti yang ditemukan pada korban.


"Saat ini Polresta Bogor Kota masih fokus pada motif untuk mengambil barang. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan apabila melakuka pengembangan intuk mengetahui motif lainnya. Tentunya secara scientific, kita akan terus kembangkan hal tersebut," tuturnya.

Ia mengaku, saat ini, pihaknya berupaya merekonstruksi bagaimana masa lalu tersangka MRI. Baik dimulai dari hubungan pertemanan, hubungan tersangka dengan teman-teman wanitanya, hingga hubungan dengan keluarganya. Sehingga, bisa menampilkan profil yang agresif dari tersangka untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban pertama, dan korban kedua.

"Sempat ada beberapa keterangan bahwa tersangka ini awalnya panik, takut, tetapi setelah satu minggu timbul keberanian lagi yang dia tidak bisa tahan. Sampai akhirnya dia berjanjian lagi korban kedua, kemudian melakukan kekerasan terhadap korban yang kedua," terangnya.

Saat ditanya ada kemungkinan pelaku membenci wanita, Susatyo sempat membenarkan, hal itu diungkapkan tersangka saat memberikan keterangannya.

"Tentunya kami akan kuatkan juga dengan keterangan-keterangan lainnya yang dimaksudkan dengan membenci wanita, adalah terhadap korban yang pertama. Ada ucapan dari korban yang pertama yang ketika mereka selesai berkencan, yang mungkin memicu untuk tersangka melakukan penganiayaan hingga akhirnya tewas," bebernya.

Menurut Susatyo, dari pendalaman penyidik mengungkap latar belakang tersangka dengan masalah percintaanya, dinilai cukup baik. Tersangka ternyata pernah memiliki hubungan dekat dengan wanita di masa SMP, dekat dengan seorang wanita di masa SMA, pertemanannya semua normal.

"Kami akan mendalami latar belakang dan apakah selama dua tahun tamat SMA pernah ada korban lainnya, atau di saat korban pertama dan kedua terdapat korban lainnya. Kami dalami semuanya apakah ada korban-korban lain selain dua orang ini," pungkasnya. (Rizki Mauludi)