Siti Muntamah Dorong Jabar Ramah Penyandang Disabilitas

Siti Muntamah Dorong Jabar Ramah Penyandang Disabilitas
istimewa



INILAH, Bandung – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah akan mendorong, agar Jabar menjadi daerah ramah bagi penyandang disabilitas yang selama ini luput dari perhatian, baik dari segi program maupun kebijakan.

Dia mengatakan, dari hasil pertemuan dengan para penyandang disabilitas dalam agenda reses II di Kecamatan Cihapit, Kota Bandung, Selasa (9/3/2021) lalu. Banyak harapan yang disampaikan, untuk ditindaklanjuti. Khususnya terkait persoalan ekonomi, di tengah masa pandemi Covid-19 yang sedang berjalan.

“Pada hari ini kami mengundang para penyandang disabilitas, dalam reses untuk mengetahui lebih dalam persoalan yang sedang mereka hadapi saat ini. Dimana pada intinya, banyak persoalan luar biasa yang harus segera kita selesaikan. Kami pun akan berupaya berjuang, baik dari sisi aturan, maupun kebijakan agar Jawa Barat ini ramah untuk mereka. Untuk mewujudkan Jabar yang baik lahir dan batin, kita perlu urai lebih dalam terutama dalam menjawab tantangan yang ada. Terutama dari keberpihakan anggaran untuk mereka, sebab mereka sangat rindu untuk mendapatkan hak yang sama secara baik,” ujar Siti usai reses.


“Sebab sejauh ini ternyata, kita masih banyak kekurangan dalam memenuhi hak mereka. Mulai dari persoalan pendidikan, ekonomi dan sosial, berupa lapangan pekerjaan. Ini akan menjadi bagian masukan untuk kami, untuk ditindaklanjuti. Sebab mereka juga adalah warga Jawa Barat, yang harus mendapatkan hak yang layak,” lanjutnya.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dalam memenuhi kebutuhan mereka. Mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan hingga ekonomi yang mana mereka sangat membutuhkan dorongan agar bisa berkembang. Berupa kebijakan-kebijakan yang ramah bagi mereka.

“Pertama akses pendidikan luar biasa yang di Jabar ini tidak banyak. Kalaupun ada, swasta dan biaya mahal. Sementara mereka rata-rata dari keluarga menengah kebawah. Kemudian guru bantu yang juga kurang. Selanjutnya akses kesehatan, dimana ada beberapa fasilitas yang mereka butuhkan tidak terpenuhi dari program BPJS. Belum lagi masalah fasilitas umum, yang masih belum ramah untuk mereka. Ini yang akan kami bakal dorong, mulai dari anggaran hingga kebijakan,” jelasnya.

“Supaya bagiamana caranya kita bisa memenuhi hak mereka juga, yang selama ini saya lihat belum ada. Ini jadi PR kita bersama, untuk mengupayakan agar ramah disabilitas ini tidak hanya sebatas diatas kertas saja. Tapi harus diimplementasikan secara baik. Saya harap, baik pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama berjuang karena mereka ini perlu diperhatikan meski minoritas. Mudah-mudahan kedepannya Jawa Barat ini betul-betul menjadi daerah yang ramah bagi penyandang disabilitas,” tutupnya. (Yuliantono)