Tujuh Dosen Unikom Disuntik Vaksin Covid-19

Tujuh Dosen Unikom Disuntik Vaksin Covid-19
istimewa



INILAH, Bandung - Sebanyak tujuh orang dosen Universitas Komputer Indonesia (Unikom) mengikuti penyuntikan vaksin Covid-19. Hal ini sebagai upaya menanggulangi pandemi Covid-19.

Ketujuh orang dosen Unikom itu yakni Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Kerjasama Unikom Agus Riyanto, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi Assoc Herman S Soegoto, Direkur Humas dan Protokoler Desayu Eka Surya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Sahat Maruli T Situmeang, Ketua Program Studi Sastra Jepang Fenny Febrianty, Dosen Ilmu Hukum Musa Darwin Pane, dan Dosen Program Studi Teknik Informatika Sopian Alviana.

"Ini merupakan rombongan dosen perdana dari 195 orang dosen dan 158 karyawan tetap yayasan science dan technology yang merupakan pilihan secara acak oleh LL Dikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah IV," ujar Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Kerjasama Agus Riyanto Unikom di Hotel El-Royale Bandung, Jumat (12/3/2021).


Menurut dia, tujuan pemerintah memberikan vaksin kepada masyarakat termasuk dosen dan tenaga kependidikan adalah, untuk melindungi kesehatan warga negara Indonesia (WNI). Untuk itu, semua dosen dan karyawan Unikom sama-sama bergerak dan menyatukan sikap untuk mendukung program pemerintah demi melandaikan serangan virus Covid-19 dan meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia dan Jawa Barat, khususnya para dosen dan karyawan Unikom melalui kesedian dan kesiapan diri untuk turut melakukan penyuntikan vaksid Covid-19. 

"Kami mengimbau agar tetap menjaga protokol kesehatan, karena vaksin bukanlah obat, tapi hanya sebagai solusi untuk membantu peningkatan Imun tubuh dari serangan virus corona," tutur Agus.

Sementara itu, Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto memberikan apresiasi atas dedikasi tujuh orang dosen Unikom yang telah mempunyai sikap dan keberanian serta berhasil melakukan vaksin tahap pertama, dan semoga kesehatan tetap dijaga hingga dapat mengikuti vaksin tahap ke-2 yang akan dilakukan 14 hari kedepan. 

"Kami memberi apresiasi yang sangat tinggi kepada pemerintah, para ilmuan, para medis atas kerja keras yang tak kenal lelah berjuang untuk menciptakan penangkal virus berbahaya ini. Semoga segera membuahkan hasil yang positif agar keberlangsungan hidup manusia berjalan seperti sebelum hadirnya virus Covid-19," ujar Eddy. (Okky Adiana)