Lido Arts and Music Center jadi Andalan Wisata

Lido Arts and Music Center jadi Andalan Wisata
istimewa



INILAH, Cigombong-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta PT MNC Land Tbk. (KPIG) berkolaborasi dalam percepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan membangun Lido Arts and Music Center di MNC Lido City. 

Walaupun ditengah pandemi Covid-19, namun ditandai dengan commentcement of construction Lido Music and Arts Center, Rabu (10/3) maka besar harapan percepatan pembangunan KEK Lido itu untuk membangkitkan dan pemerataan ekonomi tiga daerah yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, pembangunan Lido Arts and Music Center di tengah pandemi Covid-19 dan keterpurukan ekonomi menjadi momen yang sangat strategis untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi di negara Indonesia. 


"Kami berharap pembangunan Lido Arts and Music Center ini akan mampu menciptakan lapangan kerja, peluang usaha dan pemerataan lapangan kerja bagi warga di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten/Kota disekitarnya," kata Sandiaga.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan akan ada 21 ribu tenaga kerja langsung dan 84 tenaga kerja tidak langsung. Artinya ada 100 ribu lebih lapangan kerja yang akan dihasilkan MNC Grup melalui Lido Arts and Music Center. 

Selain itu kehadiran Lido Arts and Music Center, juga dapat menampung karya ekonomi kreatif Kabupaten Bogor dan Kabupaten/Kota lainnya di Jabar, juga dapat merangkul desa wisata.

"Harapan kami MNC Grup komitmennya bisa jadi harapan agar kita segera bangkit dari pandemi Covid 19 dan keterpurukan ekonomi. Lido Arts and Music Center ini akan menjadi pariwisata berbasis kualitas berkelanjutan dan digital. Mudah-mudahan ini akan memacu geliat ekonomi agar kita bangkit di era digital ini," jelasnya.

Executive Chairman MNC Grup Hary Tanoesoedibjo menuturkan bahwa Lido Arts and Music Center yang sepenuhnya dimiliki KPIG ini dibangun di atas lahan seluas 5 hektar dengan konsep amphitheater, menjadikannya tempat festival musik dan seni outdoor terbesar di Indonesia. 

Dibangun untuk menampung lebih dari 50.000 pengunjung dalam satu acara, venue ini memiliki 4 panggung berbeda untuk mengakomodasi pertunjukan yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Pembangunan Lido Music and Arts Center ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021.

"Lido Arts and Music Center akan menjadi tujuan utama penyelenggaraan berbagai festival musik dan seni bertaraf internasional di Asia Tenggara. Selain festival musik dan seni, Lido Arts and Music Center dapat dimanfaatkan untuk berbagai acara lain seperti festival olahraga berbagai pertunjukan, pertemuan budaya dan sosial, dan lain-lain. Berbagai fasilitas penunjang juga disiapkan untuk kenyamanan dan keamanan para pengunjung seperti retail & dining, berikut berbagai akses transportasi," tutur Harry.

Menurutnya saat ini, Indonesia masih belum memiliki fasilitas outdoor venue festival musik dan seni berkelas internasional untuk mengakomodasi acara seperti Coachella Valley Music and Arts Festival di California, Amerika. Coachella merupakan festival musik terbesar dan paling terkenal di dunia, yang dalam periode acaranya mampu menyerap sekitar 250.000 pengunjung dari seluruh dunia.

“Kami optimistis kehadiran Lido Arts and Music Center di MNC Lido City akan menjadi daya tarik yang menjanjikan, juga dapat mendukung program pemerintah sebagai destinasi wisata baru, yang mana sekaligus memajukan industri musik dan kesenian Indonesia," tambahnya.

Bupati Bogor, Ade Yasin melanjutkan sesuai visi misi Kabupaten Bogor salah satunya menjadikan Kabupaten Bogor Sport and Tourism. Di Lido Arts and Music Center semua tersedia mulai dari touri

sm maupun sportnya dengan sejumlah fasilitas yang lengkap. 

"Kami berharap kehadiran Lido Music and Sport bisa menyerap banyak tenaga kerja karena tenaga kerja dimasa pandemi ini banyak yang kena PHK dan lainnya. Semoga ini menjadi solusi bagi pengangguran di Kabupaten Bogor serta mempercepat pemulihan ekonomi," tlanjut Ade. (Reza Zurifwan)