Pemberian Uang KDN Masyarakat Terdampak TPAS Galuga Diklaim Naik Rp600 Juta

Pemberian Uang KDN Masyarakat Terdampak TPAS Galuga Diklaim Naik Rp600 Juta
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Cibungbulang - Pemberian uang kompensasi dampak negatif (KDN) dari Pemkot dan Pemkab Bogor kepada masyarakat terdampak pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga kini menggunakan skema baru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Asnan mengklaim dengan skema baru, masyarakat Desa Galuga, Dukuh, dan Cijujung akan mendapatkan lebih tinggi nilai uangnya dari sebelumnya sebesar Rp4 miliar per tahun.

"Dengan skema baru, nilai uang KDN untuk masyarakat sekitar TPAS Galuga yaitu Desa Galuga, Dukuh, dan Cijujung akan mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Asnan kepada wartawan, Senin (22/2/2021).


Dia menerangkan, dengan skema baru ini Pemkot Bogor diwajibkan membayar Rp35 ribu per ritase truk sampah. Sementara Pemkab Bogor membayar Rp25 ribu per ritase truk sampah.

"Pemkot Bogor memiliki 150 unit truk sampah dengan ritase 1 kali, jika dikali Rp35 ribu dan dikali jumlah hari per tahun maka jumlahnya lebih besar dari nilai rupiah KDN sebelumnya. Itu belum dari Pemkab Bogor yang memiliki 230 unit truk sampah dikali Rp25 ribu lalu dikali 365 hari," terangnya.

Asnan beralasan biaya ritase truk sampah Kota Bogor lebih mahal ketimbang Pemkab Bogor karena luasnya lahan pembuangan sampahnya yang mencapai 38 hektare, sementara luas lahan Pemkab Bogor hanya 4,1 hektare.

"Pemkot Bogor lahannya lebih luas, jadi biayanya KDN-nya lebih besar dari Pemkab Bogor yang lahan pembuangan sampahnya hanya 4,1 hektare," ungkap Asnan.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Ahmad Fathoni menuturkan skema baru pemberian uang tunai KDN merupakan hasil rapat dengar pendapat (RDP) antara wakil rakyat dengan masyarakat terdampak negatif TPAS Galuga.

"Hasil RDP masyarakat terdampak negatif TPAS Galuga meminta pemberian uang KDN tidak per tonase dan dihitung rata selama setahun sebesar Rp4 miliar. Dengan skema ritase ini diperkirakan pemberian uang KDN-nya mencapai Rp4,6 miliar," tutur Fathoni. (Reza Zurifwan)