Dewan Setuju Pungli Diberantas dan Pedagang Masuk Pasar

Dewan Setuju Pungli Diberantas dan Pedagang Masuk Pasar



INILAH, Bogor - Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengapresiasi jajaran kepolisian pasca dicokoknya dua oknum pelaku pungli di Pasar Bogor beberapa waktu lalu. Menurutnya, selama ini pungli membuat resah dan merugikan para pelaku usaha.

 

"Operasi tangkap tangkap tangan pungli yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab di Pasar Bogor oleh aparat Polsek Bogor Tengah kemarin merupakan prestasi yang harus diapresiasi, selama ini pungli membuat resah dan merugikan pelaku usaha. Hanya disayangkan pelaku usaha yanh ada di Kota Bogor mau setor pada oknum pungli," ungkap Atty kepada wartawan pada Rabu (17/2/2021).


 

Atty mengungkapkan, para pelaku usaha lebih nyaman membayar pada para oknum yang mementingkan kepentingan pribadi. Ia mengingatkan, harusnya para pedagang taat pada aturan yang sudah diterapkan.

 

"Yang tidak habis pikir mereka lebih nyaman membayar pada oknum yang tidak jelas, harusnya ada kesadaran taat aturan bagi pelaku usaha dengan tidak memberikan setoran liar yang akhirnya malah membesarkan si oknum tersebut dan jelas-jelas itu pemerasan hasil keringat para pedagang," tegasnya.

 

Atty menjelaskan, kedua belah pihak baik oknum pungli dan pedagang dalam posisi yang salah. Sebab, pelaku usaha yang dijanjikan keamanan dan rela membayar sejumlah uang kepada yang bukan pemilik kebijakan. 

 

"Padahal pemilik kebijkan bukanlah sekelompok oknum tersebut, seharusnya pelaku usaha ikut pada kebijakan pemkot bogor, dimana mereka diberikan ruang yang lebih aman dan nyaman dalam mengais rejeki," jelasnya.

 

Ia mengatakan, jika para pedagang masuk kedalam area pasar, itu akan memberi kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. Sudah waktunya Pemkot Bogor dan aparatur terkait menyapu bersih tindakan pungli tak hanya di Pasar. Tapi juga di Instansi-instansi yang rawan. 

 

"Sudah waktunya pemkot dan muspika membersihkan aksi pungli, bukan hanya di pasar bogor tapi semua pasar, OPD lain yang rawan transaksi pungli dan terindikasi kuat seperti di RSUD, sektor perizinan, disdukcapil, BPJS. Sikat tuntas pungli di Kota Bogor," pungkasnya. (rizki mauludi)