Akhirnya...Ade Yasin Luncurkan Sami Sade

Akhirnya...Ade Yasin Luncurkan Sami Sade



INILAH, Cileungsi - Bupati Bogor Ade Yasin yang dilantik pada akhir bulan Desember Tahun 2018 lalu akhirnya meluncurkan program satu miliar satu desa (Sami Sade) di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi

Sami Sade ialah program bantuan keuangan untuk membangun proyek-proyek insfrastruktur atau meningkatkan integritasi dan koneksitivitas serta meningkatkan kualitas insfrastruktur.

Tahun 2021 ini Pemkab Bogor sudah menganggarkan Rp 311,8 miliar untuk membangun jalan ataupun jembatan di 349 desa, 38 kecamatan dan 532 titik. 


"Program Sami Sade ini banyak ditunggu demi meningkatkan ekonomi masyarakat desa, karena dengan mulusnya jalan maka akses  menuju objek pariwisata, sentra pertanian, sentra perekonomuan lainnya maka jalur distribusi pun tidak lagi menjadi hambatan," kata Ade Yasin kepada wartawan, Rabu, (17/2).

Ibu dua orang anak ini menambahkan bahwa anggaran, jumlah titik, jumlah desa dan jumlah kecamatan yang mendapatkan program Sami Sade pada tahun ini bisa saja bertambah.

"Saat ini kami sedang merefocusing anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tingkat II, kalau ada sisa anggaran maka bisa saka kami menambah anggaran program Sami Sade ini," tambahnya.

Ade menuturkan agar program Sami Sade ini tepat sasaran oleh aparatur desa , maka  pencairan, penggunaan dan laporannya baik atau harusnya diawasi oleh masyarakat, Camat, Inspektorat, Kepolisian dan Kejaksaan.

"Karena program ini untuk masyarakat maka selaian Camat, Inspektorat, kepolisian dan kejaksaan maka masyarakat juga harus mengawasi. Tertangkapnya Kasi Pelayanan Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin oleh kepolisian harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang lagi di program Sami Sade," tutur Ade.

Politisi PPP  ini mejelaskan Program Sami Sade selain meningkatkan insfrastruktur juga berfungsi untuk mengurangi angka pengangguran, memupuk kesetiakawanan maupun efek positif lainnya.

"Dengan adanya program Sami Sade, Pemkab Bogor mengharapkan menjadi stimulus kebangkitan ekonomi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaam Baru (AKB). Selain itu kita juga harus menggalakkan kembali semangat kesetiakawanan dan gotong royong yang saat ini mulai memudar," jelasnya. (Reza Zurifwan)