Pembangunan Jalan Lintas Bawah Cibitung Baru 20 Persen

Pembangunan Jalan Lintas Bawah Cibitung Baru 20 Persen
Antara Foto



INILAH, Cikarang- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan pembangunan jalan lintas bawah atau dikenal underpass di Kecamatan Cibitung tepatnya Jalan Bosih Raya, Desa Wanajaya saat ini sudah mencapai 20 persen.

"Progres sudah sekira 20 persen, mudah-mudahan cepat rampung dan dapat digunakan masyarakat. Ini juga lebih cepat dari yang direncanakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Aat Barhaty di Cikarang, Rabu (17/2).

Aat mengatakan saat ini pekerja konstruksi sedang membuat tandon air dengan cara menggali tanah dalam terowongan untuk menampung air hujan yang nantinya dialirkan melalui pompanisasi.


Penggalian itu setelah badan jalan yang ada di tengah ditutup dan arus lalu-lintas yang melintasi jalan penghubung di sisi Timur dan Barat sudah dibuat.

"Jadi nanti perlintasan sebidang KA (kereta api) di sana akan ditutup. Seperti di Underpass Tambun saja nanti," katanya.

Aat mengatakan selama proses pembangunan, sejumlah rekayasa lalu lintas diberlakukan mengingat ada sejumlah titik atau bagian jalan yang terdampak pembangunan underpass.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemkab Bekasi, Ditjen Perkeretaapian, dan Polres Metro Bekasi memutuskan setelah bangunan di sisi timur dan barat rata maka akan dibangun jalan temporer.

"Setelah jalan sementara dapat dilalui baru jalan tengah ditutup untuk proyek underpass," ucapnya.

Diketahui, pekerjaan konstruksi Underpass Cibitung mulai dilaksanakan pada 2019, setelah Pemkab Bekasi menyelesaikan pembebasan lahan seluas 6.061 meter persegi.

Anggaran untuk membebaskan lahan sebesar Rp88 miliar dengan proses pengerjaan selama dua tahun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2015 sebesar Rp47 miliar dan tahun 2016 senilai Rp 41 miliar.

Secara detail nantinya Underpass Cibitung memiliki lebar 37 meter terbagi atas dua jalur dengan panjang 400 meter yang membentang dari sisi selatan ke utara. Anggaran untuk proyek itu sebesar Rp125 miliar yang bersumber dari Kementerian Perhubungan.(KR-PRA).