Kasatpol PP Sarankan PKL Mau Direlokasi Agar Terhindar Pungli

Kasatpol PP Sarankan PKL Mau Direlokasi Agar Terhindar Pungli
istimewa



INILAH, Bogor - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor memberikan saran kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk siap direlokasi agar terhindar dari Pungutan liar (Pungli). Seperti diketahui Polsek Bogor Tengah telah mengamankan dua orang pelaku sekaligus mengantongi nama otak pelaku yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di sekitar Pasar Bogor.

 

Agustian Syah mengungkapkan, keberadaan pelaku pungli salah satunya disebabkan karena para pedagang yang enggan direlokasi ke dalam Pasar Bogor. Serta lebih memilih berjualan di jalan-jalan sekitaran Pasar Bogor.

 

"Pedagang liar itu kan kami tertibkan. Kami geser ke lokasi lain. Kenapa?, karena pasti ada saja orang-orang yang mencoba mencari keuntungan disitu, ya salah satunya para pelaku pungli," ungkap Agus kepada wartawan pada Selasa (16/2/2021).

 

Agus melanjutkan, jika pihaknya juga sudah memetakan titik-titik terjadinya pungli di kawasan Pasar Bogor. Namun, ia mengaku pekerjaannya akan sia-sia jika para pedagang tidak bisa kooperatif dengan pemerintah untuk ditertibkan ke dalam pasar.

 

"Kami kerja tidak akan beres-beres, kami lakukan penertiban, setelah penertiban beres karena merasa ada orang yang bisa mengkondisikan disana (lapak PKL, red) jadi pedagang balik lagi jualan dan sekarang mengeluh karena ada pungli. Ya, silahkan ikuti arahan petugas," tegasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Suminto mengungkapkan, penangakapan dua orang ini berdasarkan operasi tangkap tangan.

 

"Iya sudah ada dua orang yang diamankan dengan inisial K dan I," jelasnya, di Polsek Bogor Tengah pada Senin (15/2/2021).

 

Ia membeberkan, dari keterangan dua orang tersangka ini, pihak kepolisian mengaku sudah mengantongi satu nama yang diduga menjadi kepala dari para preman yang melakukan pungli di Pasar Bogor. Sehingga, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran tersangka yang diduga bersembunyi di kawasan Gunung Bunder, Kabupaten Bogor.

 

"Jadi dari hasil gelar perkara, kami sudah mengantongi satu nama yang diketahui sebagai koordinator dan sekarang sedang kamu lakukan pengejaran," ungkap Suminto.

 

Suminto menerangkan, kedua orang tersangka yang ditangkap karena tengah melakukan pungli kepada para pedagang di Pasar Bogor beberapa waktu lalu itu tidak ditahan oleh pihak Polsek Bogor Tengah. Suminto mengungkapkan jika penahanan tidak diwajibkan, namun perkara tetap dilanjutkan.

 

"Karena alat bukti yang kami dapatkan hanya Rp31 ribu dari tangan dua orang tersangka dan saat ditangkap tidak melakukan perlawanan, jadi kami tangguhkan penahanan. Yang pasti saat ini perkara tetap dilanjutkan," tuturnya.

 

Tidak ditahannya para pelaku pungli ini membuat pedagang merasa resah. Salah satu pedagang berinisial, SR meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap kembali para pelaku pungli. Menurutnya, jumlah pelaku pungli ada 10 orang.

 

'Kemarin ada informasi preman yang suka pungli ditangkap, tapi akhirnya di lepaskan lagi. Mereka kemarin beraksi lagi melakukan pungli ke pedagang. Kami semua resah dan takut, lebih baik ditangkap saja mereka semua," harapnya.

 

Ia juga mengungkapkan, para pelaku pungli meminta uang secara paksa, ada yang diminta Rp5 ribu sampai Rp10 ribu dengan alasan untuk uang jalur. Setiap harinya ada sekitar 10 orang preman yang meminta uang dan beraksi pada pukul 03.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

 

"Satu hari bisa sampai Rp50 ribu setiap pedagang diminta uang oleh preman-preman itu. Kami minta segera ada tindakan tegas," terangnya. (rizki mauludi)