Kemendikbud: Program D-3 Tidak Lagi Dapatkan Dukungan Dana Pemerintah

Kemendikbud: Program D-3 Tidak Lagi Dapatkan Dukungan Dana Pemerintah
Dirjen Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. (antara)



INILAH, Jakarta - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan ke depan program diploma tiga (D-3) tidak lagi mendapatkan bantuan dana dari pemerintah untuk pengembangan program studi tersebut.

“Dukungan pengembangan program studi baru ke depannya tidak untuk pengembangan D-3, tetapi untuk D-4 dan SMK D-2 fast track,” ujar Dirjen Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam webinar “Peningkatan Program Diploma Tiga Menjadi Sarjana Terapan” yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dia mendorong agar Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) yang memiliki program studi D-3 untuk ditingkatkan menjadi D-4. Salah satu syaratnya adalah kerja sama dengan industri maupun UMKM serta pemerintah daerah.


“Mulai tahun ini sampai empat tahun ke depan, kebijakan dukungan pendidikan vokasi tidak diarahkan untuk D-3. Mohon maaf, kebijakan ini tidak mendukung program D-3 secara pendanaan,” tambah dia.

Dalam waktu dekat, Kemendikbud akan bersurat pada industri untuk mengenal program D-4 atau sarjana terapan itu. Wikan memaklumi jika masih ada pihak industri yang belum mengenal program sarjana terapan karena merupakan program baru.

Melalui program D-4 tersebut, dia berharap dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. “Serta memungkinkan riset terapan berupa produk bukan hanya tulisan," katanya.

Wikan mengingatkan bahwa yang “dijual” perguruan tinggi vokasi bukan program D-4 melainkan kompetensi yang didapatkan para mahasiswa.

Program D-4 sama halnya dengan program S1 atau sarjana, namun lebih banyak praktik dibandingkan teori. Persentasenya 60 persen praktik dan 40 persen teori. Selain itu, kompetensi yang perlu dibekali lebih banyak kompetensi nonteknis dibandingkan kompetensi teknis.

"Program D-4 ini harus 'dimasak' bersama dengan industri, mulai dari kurikulum, dosen, magang, hingga sertifikasi, sehingga menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. (antara)