Satgas Covid-19 Jabar Apresiasi Pembubaran Acara Ulang Tahun Walkot Bekasi

Satgas Covid-19 Jabar Apresiasi Pembubaran Acara Ulang Tahun Walkot Bekasi



INILAH, Bandung-- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat turut ambil suara mengenai pembubaran acara ulang tahun Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Sikap tegas yang dilakukan Satgas COVID-19 Kecamatan Cisarua beserta Camat Cisarua yang telah membubarkan kegiatan tersebut layak dijadikan contoh. 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Jabar, Daud Achmad mengatakan, untuk penegakan aturan protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19 memang tidak boleh pandang bulu. 

"Saya apresiasi, kepada Satgas dan Pak Camat yang secara tegas telah melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku di daerahnya tanpa pandang bulu," ujar Daud melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (16/2/2021).


Kendati demikian, Daud juga memberikan apresiasi kepada dua belah pihak, termasuk untuk Rahmat Effendi. Di mana Wali Kota Bekasi tersebut dapat menaati tindakan tegas Satgas COVID-19 Kecamatan Cisarua. 

"Saya apresiasi kepada kedua belah pihak, termasuk kepada Wali kota yang menaati tindakan satgas di lapangan," ujarnya.

Daud berharap, kejadian serupa tidak terulang.  Terlebih bagi pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam penerapan prokes guna menekan potensi penularan COVID-19.

"Kita berharap, acara-acara yang menimbulkan kerumunan tidak terulang, apalagi melibatkan pejabat publik karena COVID-19 ini kan penyakit yang dipicu kerumunan," katanya. 

Disinggung soal sanksi, Daud mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor, termasuk tentang kemungkinan pemberian sanksi.

"Soal kemungkinan sanksi, kita serahkan sepenuhnya kepada Satgas Kabupaten Bogor, mereka yang lebih paham," ujarnya.

Hanya saja, menurut Daud, pembubaran acara  juga sudah menjadi sanksi, apalagi acara itu konon melibatkan keluarga dan dilaksanakan di villa yang cukup besar. 
"Tapi, yang pasti, apapun bentuknya, kerumunan saat ini dilarang," pungkasnya. (riantonurdiansyah)