Rombongan Moge Lolos Operasi Yustisi, Pengamat : Tidak Masuk Akal

Rombongan Moge Lolos Operasi Yustisi, Pengamat : Tidak Masuk Akal
Foto: Reza Zurifwan




INILAH, Megamendung-Pengamat kebijakan publik Yusfitriadi mengatakan tidak masuk diakal apabila rombongan pengendara motor gede (Moge) tidak periksa hasil non reaktif rapid test antigen oleh Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor saat melewati Jalan Raya Puncak, Desa Gadog, Megamendung.

"Saya merasa pembiaran rombongan pengendara moge tidam masuk diakal dan ada unsur kesengajaan, apalagi ketika di lokasi banyak personil Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor," kata Yusfitiriadi kepada wartawan, Minggu, (14/2).

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur lembaga Democrazy Electoral Empeworment Partnership (DEEP) ini menambahkan penegakan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) maupun Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor : 443/14/Kpts/Per-UU/2021 harusnya tegas kepada semua pihak.


"Rombongan pengendara moge yang high class dikawal aparat kepolisian harusnya tetap ditindak, apalagi selain melanggar Kepbup bahwa bagi wisatawan dari luar Bogor wajib menunjukkan hasil non reaktif rapid test antigen juga melanggar aturan ganjil genal di Kota Bogor. Aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu kepada semua pihak apalagi ini terkait upaya pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19)," tambahnya.

Yusfitriadi pun dalam kesempatan ini juga meminta aparat kepolisian juga memberikan sanksi oknum aparatnya yang mengawal rombongan pengendara moge tersebut.

"Polres Bogor juga harus memberikan sanksi kepada oknum polisi yang mengawal rombongan pengendara moge karena kalau tidak dilakukan menjadi contoh buruk bagi masyarakat untuk berdisiplin dalam melaksakan aturan PPKM dan protokol kesehatan (Prokes) Covid 19," pinta Yus sapaan akrabnya.

Sebelumnya, rombongan pengendara Moge dengan lancarnya menuju Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor tanpa menjalani pemeriksaan oleh Satgas Penanganan Covid 19 yang sedang melaksanakan operasi yustisi di jalan yang sama.

Bupati Bogor Ade Yasin yang datang usai rombongan pengendara Moge lewat pun mengatakan walaupun lolos dalam operasi di Jalan Raya Puncak, Desa Gadog mereka akan juga di periksa di titik operasi yustisi lainnya 

"Kalaupun mereka lolos dalam operasi yustisi di Jalan Raya Puncak, Desa Gadog jangan senang dulu karena ada operasi yustisi lainnya di Pasar Cisarua, objek  wisata, hotel dan Rindu Alam, Puncak Pass," kata Ade.

Wanita yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid 19 ini meminta jajarannya tegas dalam menegakkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 Tahun 2021 dan Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor : 443/14/Kpts/Per-UU/2021 tentang perpanjangan kedelapan pemberlakuan PSBB pra AKB melalui sistem PPKM.

"Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor harus tegas dalam mengakkan aturan PPKM dan memulangkan wisatawan yang tidak menunjukkan hasil non reaktif rapid test antigen paling lama 3 hari sebelumnya, ketegasan itu perlu karena pandemi atau penularan wabah Covid 19 juga tidak berkompromi kepada kita hingga angka masyarakat yang terpapar Covid 19 masih  terbilang tinggi," pintanya.

Diwawancarai ditempat yang sama, Kapolres Bogor AKBP Harun juga meminta jajarannya  tegas dalam memeriksa keharusan wisatawan menunjukkan hasil non reaktif rapid test antigen.

"Semua wisatawan harus diperiksa, bagi yang tidak bisa menunjukkan hasil non reaktif rapid test antigen baka di putar balik ke arah Tol Jagorawi Jakarta atau ke arah dia berkendara sebelumnya," pungkas AKBP Harun. (Reza Zurifwan)