Ade Yasin Susuri Sungai Cileungsi, Pencemaran Lingkungan Hidup Berkurang

Ade Yasin Susuri Sungai Cileungsi, Pencemaran Lingkungan Hidup Berkurang
ilustrasi/antara foto



INILAH, Gunung Putri- Tingkat pencemaran lingkungan hidup di Sungai Cileungsi perlahan berkurang. Tak seperti tahun 2019 lalu dimana banyak ikan yang mati termasuk ikan sapu-sapu.

Hal itu dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Asnan usai bersama tim menyusuri Sungai Cileungsi, di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri.

"Pencemaran lingkungan hidup berkurang atau menurun, salah satu tandanya selain air Sungai Cileungsi yang tidak lagi berbau juga banyak ikan sapu-sapu yang loncat-loncat," kata Ade kepada wartawan, Minggu, (14/2).


Walaupun menurun, ia tetap minta Kapolres Bogor AKBP Harun untuk menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan hidup yang kerap dilakukan di pabrik-pabrik yang berlokasi di sepadan Sungai Cileungsi.

"Tadi saya dah berbincang dengan Kapolred Bogor agar tidak hanya menindak pelaku pencemaran lingkungan hidup, tetapi juga pelaku pembuang sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP juga siap membantu agar kondisi Sungai Cileungsi bertambah baik lagi," sambungnya.

Diwawancarai ditempat yang sama, Asnan menambahkan bahwa selain monitor Sungai Cileungsi,  jajarannya juga melakukan monitoring instalasi pembuangan air limbah (IPAL)  di pabrik-pabrik yang berada di sepadan sungai.

"Penyidik pencemaran lingkungan hidup selain memonitor kondisi air Sungai Cileungsi juga monitoring IPAL di pabrik-pabrik yang dicurigai membuang air limbahnya ke sungai. Tahun 2020 lalu selain melakukan penyegelan IPAL, beberapa pabrik juga kami laporkan ke Polres Bogor karena dianggap melanggar Undang-Undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)," tambah Asnan.

Mantan Camat Tenjo ini melanjutkan agar maksimal dalam melakukan fungsi monitoring, pihaknya pun sudah melantik 80 orang sebagai satuan tugas (Satgas) Lingkungan Hidup.

"80 orang Satgas Lingkungan Hidup sudah kami tugaskan melakukan monitoring atau pengawasan baik itu yang terkait pencemaran ais sungai maupun potensi kerusaka  lingkungan hidup lainnya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)