Komentar dan Nyinyir Netizen Tentang Lolosnya Pengendara Moge dari Operasi Yustisi

Komentar dan Nyinyir Netizen Tentang Lolosnya Pengendara Moge dari Operasi Yustisi
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Megamendung - Berita rombongan pengendara motor gede (moge) dengan lancarnya menuju Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor pada Jumat (12/2/2021) pagi sekitar pukul 08.30 WIB mendapat komentar lucu hingga nyinyir para netizen.

Pasalnya, mereka menganggap kejadian ini seperti tidak adanya aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Padahal, Pemkab Bogor juga mengeluarkan kebijakan wisatawan dari luar Bogor wajib menunjukkan hasil nonreaktif rapid test antigen jika tidak ingin kendaraannya diputar balik arahnya oleh petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

"Katanya keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Lah ini? aturan PPKM buat siapa yaa. Yah sudah lah kalau gitumah kita buat acara aja ah karena rombongan Moge aja lolos hiks," ucap netizen bernama Mulya kepada Inilah.


Komentar singkat dan malu-malu juga diungkapkan Juki warga selatan Kabupaten Bogor, dia pun berkomentar aku ora wani comment.

"Aku ora wani comennt," singkat Juki.

Juga warga selatan bernama Toni. Dia juga berkomentar singkat rombongan pengendara moge tersebut merupakan orang sakti mandraguna.

"Sakti mandraguna," ungkap Toni.

Sementara itu, Fero warga Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong berujar lancarnya rombongan pengendara moge dari Operasi Yustisi di Jalan Raya Puncak, Desa Gadog Kecamatan Megamendung diduga karena sengaja diloloskan.

"Aw, mau akan atau bagaimanapun ceritanya apakah hal ini ada unsur sengaja diloloskan? Kalaupun iya sungguh terlalu," ujar Fero. 

Sebelumnya, rombongan pengendara moge dengan lancarnya menuju Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor tanpa menjalani pemeriksaan Satgas Penanganan Covid-19 dikomentari Bupati Bogor dan Kapolres Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin yang datang usai rombongan pengendara moge lewat pun mengatakan walaupun lolos dalam operasi di Jalan Raya Puncak, Desa Gadog mereka akan juga diperiksa di titik operasi yustisi lainnya.

"Kalaupun mereka lolos dalam operasi yustisi di Jalan Raya Puncak, Desa Gadog jangan senang dulu karena ada operasi yustisi lainnya di Pasar Cisarua, objek  wisata, hotel dan Rindu Alam, Puncak Pass," kata Ade.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu meminta jajarannya tegas dalam menegakkan aturan PPKM sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1/2021 dan Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor 443/14/Kpts/Per-UU/2021 tentang perpanjangan kedelapan pemberlakuan PSBB pra AKB melalui sistem PPKM.

"Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor harus tegas dalam mengakkan aturan PPKM dan memulangkan wisatawan yang tidak menunjukkan hasil non reaktif rapid test antigen paling lama 3 hari sebelumnya, ketegasan itu perlu karena pandemi atau penularan wabah Covid 19 juga tidak berkompromi kepada kita hingga angka masyarakat yang terpapar Covid 19 masih  terbilang tinggi," pintanya.

Diwawancarai di tempat yang sama, Kapolres Bogor AKBP Harun juga meminta jajarannya tegas dalam memeriksa keharusan wisatawan menunjukkan hasil nonreaktif rapid test antigen.

"Semua wisatawan harus diperiksa, bagi yang tidak bisa menunjukkan hasil nonreaktif rapid test antigen baka di putar balik ke arah tol Jagorawi Jakarta atau ke arah dia berkendara sebelumnya," pungkas AKBP Harun. (Reza Zurifwan)