Program Petani Milienial Mulai Dibuka Pekan Ini

Program Petani Milienial Mulai Dibuka Pekan Ini
istimewa



INILAH, Bandung-Awal pekan ini para calon peserta program petani milenial Jawa Barat sudah dapat melakukan pendaftaran. Program ini akan dimulai antara tanggal 14 atau 16 Februari tahun 2021. 

 

Diketahui, program ini akan menjaring para anak muda untuk bercocok tanam di pedesaan dengan disedikan lahan. 


 

Kepala Biro Perekonomian Jawa Barat Benny Achmad Bachtiar mengatakan pihaknya masih menunggu informasi pasti dari gubernur untuk secara langsung membuka program petani millennial tahap pertama.

 

Tanaman yang pertama kali akan ditanam pada saat peluncuran adalah sereh wangi dan jahe merah. Benny mengungkap, kedua tanaman itu dipilih karena telah ada peminatnya.

 

"Karena offtakernya sudah ada," ujar Benny, Selasa (9/2/2021).

 

Beni mengatakan, dinas terkait akan mendampingi Pendaftar yang terpilih agar tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program ini. Di mana diperuntukan bagi warga Jabar yang memiliki rentang usia 19 tahun sampai 39 tahun. 

 

Selain itu, terdapat unsur lain sehingga seorang pendaftar bisa masuk dalam program Petani Milenial.

 

 "Prioritas warga yang dekat dengan lokasi lahan pertanian, nanti pendampingan akan dilakukan oleh penyuluh pertanian Distanhor," ucap Benny.

 

Dari penelusuran di laman pendaftaran Petani Milenial, terdapat sejumlah persyaratan untuk mengikuti program ini. Di antaranya berusia 19-39 tahun, kemudian mengenal inovasi teknologi bidang pertanian dan memiliki pengalaman sebagai petani.

 

Para pemuda-pemudi yang memenuhi kriteria akan diajari cara bercocok tanam, dan produknya akan dibeli langsung oleh BUMD Agro Jabar.

 

Ini sejumlah syarat dan kewajiban untuk para petani millenial

 

Nantinya, para petani tersebut akan diberi mandat untuk menginventarisasi potensi lahan, peluang pasar, penentuan komoditas pertanian, pendataan Petani Milenial, pengembangan kapasitas Petani Milenial, serta pengembangan kapasitas Petani Milenial.

 

Selain itu, mereka pun akan membantu petani lainnya dalam pemberian bantuan benih, bibit, pupuk, pestisida dan peralatan dan terakhir pemberian fasilitas pembiayaan dan pemasaran produk.

 

"Saat ini, sektor pertanian nampaknya belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jawa Barat. Jumlah petani muda di Jawa Barat masih relatif kecil. Padahal kita butuh tenaga baru di bidang pertanian yang sampai saat ini adalah sektor penyumbang ekonomi terbesar ke-3 di Jawa Barat," dikutip dari laman https://petanimilenial.jabarprov.go.id/

 

Program Petani Milenial diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

 

Jika tertarik bergabung, dengan mengklik tautan 'Bergabung Sekarang' calon pendaftar akan disuguhkan dengan formulir elektronik. Di sana calon pendaftar harus mengisi identitas, lalu muncul pertanyaan seleksi terkait pertanian. Jangan lupa juga sertakan KTP, CV dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dalam format digital karena menjadi syarat mutlak pendaftaran.

 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencari 5.000 anak millennial dari perkotaan yang siap tinggal di desa dan mengembangkan sektor pertanian. Program ini diusung untuk meningkatkan perekonomiam dari sektor pertanian sekaligus memutus rantai urbanisasi yang selama ini terjadi. 

 

"Pertengahan Februari kita akan launching 5.000 petani millennial 2021. Kami butuh 5.000 anak kota datang ke desa," ujar Emil usai melakukan perjanjian pembelian sapi dengan Pemprov NTB di Wanajaya, Kabupaten Garut, Rabu (27/1/2021) lalu. 

 

Dia memastika, setiap petani muda yang ikut dalam program ini akan diberi tanah garapan maksimal 2.000 meter. Mereka pun tak usah dipusingkan dengan permodalan karena bank BJB akan siap memberikan bantuan. 

 

Selama ini hasil produk hortikultura di Jabar belum optimal. Ia menilai, masih banyak lahan kosong di Jabar yang belum dimanfaatkan karena ketidaktahuan pemilik lahan tentang produk yang cocok untuk ditanam di lahan miliknya. (rianto nurdiansyah)