Rutin Terkena Banjir, Gelandang Muda Persib Ini Tak Pernah Menerima Bantuan

Rutin Terkena Banjir, Gelandang Muda Persib Ini Tak Pernah Menerima Bantuan
istimewa



INILAH, Bandung - Gelandang muda Persib Bandung, Saiful mengalami musibah. Kediamannya yang berada di Perumnas Bumi Teluk Jambe, Desa Sukaharja, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kebanjiran. 

Bahkan, pemain yang baru dipromosikan membela tim senior pada musim 2020 lalu ini mengabadikan momen kebanjiran itu melalui video pendek yang diunggah di story instagram pribadinya. 

Saiful mengatakan banjir itu terjadi pada Sabtu (6/2/2021) lalu. Tepatnya terjadi pada dini hari atau pada pukul 02.00 WIB.


Beruntung, saat itu, top skorer Persib U-16 di Kompetisi Elite Pro Academy musim 2018 lalu ini belum tertidur pulas. Sebaliknya, masih terjaga lantaran hujannya sangat deras disertai petir. 

"Kebanjiran semua, karena banjirnya selutut. Tapi sekarang sudah surut," kata Saiful saat dihubungi, Selasa (9/2/2021). 

Saiful pun memastikan barang-barang berharganya aman. Seperti halnya televisi. Sebab, saat itu Saiful benar-benar sudah waspada menghadapi banjir ini.

"Sepatu paling duluan diangkat. TV juga sudah diangkat duluan karena memang rumah Iful mah suka banjir terus," tuturnya.

Saiful mengaku banjir ini sudah cukup lama terjadi. Bahkan pemain yang akrab disapa Iful ini sempat merasakan banjir dengan tinggi sampai seatap rumahnya. 

"Itu terjadi sekitar tahun 2010. Kalau yang sekarang gak terlalu parah," katanya.

Meski banjir ini terjadi secara rutin, Saiful memastikan tidak pernah menerima bantuan. Termasuk dengan air bersih yang bisa digunakan untuk minum atau memasak hingga sembako. 

"Tidak ada (bantuan). Tidak ada seperti kasih makanan. Dari dulu gak ada. Paling dikasih mie instan tiga," bebernya.

Saiful berharap musibah banjir ini segera bisa diatasi. Sebab, dia beserta keluarganya tidak mungkin pindah rumah meski kontrakan. 

"Semoga gak banjir lagi, capek beberesnya. Kemarin juga sudah beres-beres, sudah surut, abis magrib naik lagi airnya. Katanya dibuka lagi bendungannya," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)