Komisi III Soroti Kerusakan Jalan Sholeh Iskandar

Komisi III Soroti Kerusakan Jalan Sholeh Iskandar
istimewa



INILAH, Bogor - Kerusakan di Jalan Soleh Iskandar, mendapatkan sorotan tajam dari Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Zaenul Muttaqin. Karena jalan yang merupakan salah satu akses utama di Kota Bogor ini rusak setelah beberapa waktu lalu diperbaiki, bahkan saat ini menyebabkan kemacetan.

 

Zaenul juga mempertanyakan, kualitas aspal yang digunakan oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menambal aspal dijalan tersebut.

 

"Baru kemarin katanya di aspal, sekarang udah rusak lagi. Ini jalan nasional, harusnya kualitasnya lebih bagus dan bisa menjadi contoh standar mutu jalan dan jadi rujukan kualitas jalan lainnya," ungkap pria yang akrab disapa ZM kepada wartawan pada Senin (8/2/2021).

 

ZM juga mempertanyakan, mengapa pihak Kementerian PUPR hanya melakukan penambalan saja. Padahal jika dilihat, intensitas hujan di Kota Bogor lebih tinggi dari daerah lainnya, sehingga seharusnya dari pada melakukan penambalan, baiknya dilakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh.

 

"Tidak akan lebih baik kalau cuma tambal, karena curah hujan di kota bogor lebih tinggi dari daerah lainnya, mungkin harus nya ada peningkatan jalan," tuturnya.

 

Terpisah, PPK 5.2 wilayah Jawa Barat pada Kementerian PUPR, Maharshi Meunang, mengungkapkan, memang kerusakan yang terjadi di Jalan Soleh Iskandar, terutama di Jembatan Cibuluh, diakibatkan oleh curah hujan yanh tinggi. Sehingga, patching (penambalan) yang menggunakan aspal dingin, menjadi tidak efektif.

 

"Kami kan kemarin pake aspal dingin, jadi memang lebih cepat rusak, karena pas pengerjaan juga hujan," tuturnya.

 

Ia melanjutkan, meski saat ini hanya memberikan perawatan sementara, kedepannya Kementerian PUPR bakal melakukan pengaspalan berkala. Dimana rencananya aspal disepanjang Jalan Soleh Iskandar mulai dari underpass dekat Bogor Valley sampai Jembatan Cibuluh bakal diganti dengan aspal baru.

 

"Rencananya akan ada pengaspalan berkala, sekarang masih proses lelang," pungkasnya. (rizky mauludi)