Asep: Sebenarnya Pemkab Bogor Bisa Geser Alokasi PEN

Asep: Sebenarnya Pemkab Bogor Bisa Geser Alokasi PEN



INILAH, Cibinong - Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya mengkritisi Pemkab Bogor yang mengaku tidak bisa menggeser atau mencoret alokasi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 10,7 miliar yang diperuntukan membiayai proyek penataan alun-alun Cirimekar Cibinong.

Ia berpendapat dengan digesernya alokasi dana PEN untuk membiayai proyek penataan alun-alun Cirimekar Cibinong, maka dana tersebut bisa diperuntukkan merevitalisasi pasar, pengadaan alat medis penanganan wabah Covid 19, membangun irigasi pengairan ataupun membangun insfrastruktur jalan maupun jembatan yang rusak akibat bencana alam.

"Pemkab Bogor betul tidak bisa mencoretnya, hal itu memang ranahnya Pemprov Jabar saat membawakan proposal pembangunannya ke PT Sarana Multi Insfrastrultur (SMI). Tapi, kalau Pemkab Bogor ada proposal lain selain menata alun-alun lalu diajukan ke Pemprov Jabar untuk selanjutnya dibawa kembali dan dibuatkan addendum ke PT SMI oleh Pemprov Jabar menurut hemat saya, bisa saja kok," kata Asep kepada wartawan, Minggu, (7/2).


Aktivis 98 menambahkan bahwa ia melihatnya masalah ini adalah kemauann. Karena soal pinjam meminjam antara Pemprov Jabar dengan PT SMI ini kan sebenarnya masalah privat, urusan keperdataan biasa.

"Kalau proposal sebelumnya  kontra prestasi, harusnya bisa kita revisi tergantung kesepakatan, meski memang penggunaan anggarannya sama-sama epentingan publik tetapi proyek penataan alun-alun Cirimekar Cibinong ini tidak mendesak dan bakal tidak boleh dimanfatkan masyarakat karena saat ini kita masih pandemi Covid 19," tambahnya.

Asep menuturkan kegiatan atau proyek  penataan alun-alun Cirimekar, Cibinong ini tidak sepenuhnya pemberian dari Pemprov Jawa Barat sehinggga Pemkab Bogor bisa menyuarakan kebutuhan pokok masyarakatnya.

"Karena bukanlah pemberian Pemprov Jwa Barat, Pemkab Bogor pun bisa saja melakukan inisiatif sendiri jika memang merasa ada hal yang lebih penting untuk dibangunkan demi kepentingan atau kebutuhan masyarakatnya  ketimbang membangun alun-alun," tutur Asep.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku tidak bisa mencoret atau menggeser alokasi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 10,7 miliar yang diperuntukan membiayai proyek penataan alun-alun Cirimekar Cibinong.

"Kalau alokasi pembiayaan proyek penataan alun-alun Cirimekar Cibinong sudah ada judul dari sananya (Pemprov Jawa Barat) sehingga kita tidak bisa alihkan atau coret. Paling kalau untuk keperluan di bidang kesehatan, pemulihan ekonomi dan lainnya yang mendesak dan tidak dianggarkan sebelumnya  kita anggarkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tingkat II yang telah direfocusing,"  ucap Ade.

Sebelumnya, Kabupaten Bogor mendapatkan dana PEN sebesar Rp 64, 4 miliar dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jawa Barat. Peruntukannya untuk penataan alun-alun Cirimekar Cibinong Rp 10,7 miliar, pembangunan  ruas Jalan Cisangku-Cigudeg-Cisangku sebesar Rp 28,7 miliar dan revitalisasi Pasar Cisarua sebesar Rp 25 miliar. (Reza Zurifwan)