APPSI Jabar Sambut Baik Pedagang Pasar Jadi Prioritas Vaksinasi

APPSI Jabar Sambut Baik Pedagang Pasar Jadi Prioritas Vaksinasi
dok/inilahkoran



INILAH, Bandung - Sebagai penggerak ekonomi, pedagang pasar diwacanakan menjadi salah satu kelompok yang bakal mendapatkan vaksin Covid-19 tahap dua. Rencana yang digaungkan pemerintah pusat ini mendapat sambutan baik dari Asosiasi Pengurus Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat. 

Ketua DPW APPSI Jabar Nandang Sudrajat mengatakan, selain menyambut baik pihaknya pun berharap ada sosialisasi masif dan terintegrasi mengingat informasi vaksinasi tersebut masih simpang siur di mata pedagang pasar. Diketahui, di Jabar sendiri mencapai 2 juta orang jumlah pedagang pasar tradisional. 

"Kalau dari sisi prinsip dasar pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, kami sambut baik. Tapi harus ada sosialisasi yang masif dan terintegrasi supaya ada penyadaran karena informasi tentang vaksin ini masih simpang siur di masyarakat," ujar Nandang. 


Nandang menyampaikan, sosialisasi tersebut dilakukan untuk meminamilisir kekhawatiran terjadinya penolakan dari pedagang pasar.  Bilamana vaksinasi kepada  pedagang pasar bakal dilaksanakan, akan lebih baik dilakukan sosialisasi. Minimal misalnya APPSI diundang untuk diskusi secara pada tataran bahwa vaksin yang akan diberikan itu aman.  

"Itu tidak akan jadi masalah bagi kami. Kalau memang aman dan tidak ada masalah, kenapa tidak. Karena itu sebuah upaya yang harus dilakukan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19," katanya. 

Selain vaksinasi, menurut nandang pemerintah juga harus mengupayakan penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional dapat dilaksanakan dengan optimal. Karena itu perlu adanya pengawalan secara konsisten, seperti penyemprotan disinfektan secara rutin. 

"Kalau pedagang pasar jadi sasaran utama karena tempat kerumunan harus ada upaya pengawalan yang konsisten. Jangan seperti di awal, semua diawasi seperti penyemprotan disinfektan, sekarang kan hanya di beberapa daerah dan pasar yang rutin artinya harus konsisten," ujarnya. (Rianto Nurdiansyah)